Share

AMBON, LaskarMaluku.com, — Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G Watubun, mengatakan, dirinya berjanji akan segera menindaklanjuti kasus dugaan Nepotisme dalam Seleksi Paskibraka Nasional asal Maluku atas Nama Kristianie Lumatalale.

Menurut Watubun, perlu di ketahui bahwa dugaan tindakan nepotisme paskibraka yang saat ini sedang dialami Kristianie Lumatalale ini adalah diskriminasi yang perlu ditindaklanjuti.

Peryataan Ketua DPRD Maluku ini di hadapan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Alifuru (Gemafuru) saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (12/6/2024) Karang panjang (Karpan) Ambon.

“Oleh sebab itu, saya telah meminta Pemerintah Provinsi Maluku untuk secepatnya menyelesaikan persoalan dimaksud,” ungkap Watubun saat temui mahasiwa dari aksi tersebut.

Watubun yang didampingi Wakil ketua DPRD Maluku, Melkianus Saidekut dan empat anggota DPRD Maluku lainya, yakni Turaya Samal, Natane Tetelepta, Saodah Tethol, Ketua komisi I, Amir Rumra dan didampingi Plh Sekwan Farhatun Rabea Samal, dirinya juga menyatakan, dari permaslahan ini, kami sudah menyatakan sikap resmi kepada pemerintah provinsi Maluku dihadapan Penjabat Gubernur, seluruh anggota DPRD, Forkopimda dan pimpinan OPD.

“Jadi yang jelas sikap DPRD, bahwa ini adalah tindakan diskriminasi yang nyata dilakukan. Untuk itu tidak ada alasan lain, saya minta Penjabat Gubernur Maluku untuk kembalikan masalah ini dan segera evaluasi tim yang melaksanakan seleksi dari pada Paskibraka terswbut,” tegas Watubun.

BACA JUGA:  Wenno Ingatkan Pj Kepala Daerah Tidak Mutasi ASN Sesukanya

Menurutnya, Ketegasan DPRD Maluku akan ditindaklanjuti dalam rapat Komisi IV nanti secara bersama-sama dengan tim seleksi. Dan sikap DPRD sejalan dengan aksi Gemafuru ini untuk sama-sama menolak adanya nepotisme yang ada.

Dirinya pun berharap agar hak Kristianie Lumatalale untuk ikut dalam Paskibra Nasional dapat terpenuhi, sebagaimana yang diharapkan bersama.

“Menyikapi persoalan yang terjadi, jelas sikap DPRD sama dengan Gemafuru tolak yang namanya itu nepotisme dan segera kembalikan hak orang itu kepada hak yang sebenarnya, itu yang paling terpenting. Dan yang pasti kita akan lakukan rapat bersama Komisi IV dan Tim seleksi,” jelas Watubun.

Sementara, seruan aksi yang di gelar Gemafuru tersebut, di berlangsung pada pukul 1.00 WIT.

Pernyatan sikap yang disampikan kepada DPRD Maluku,

  1. Mengecam Tindakan Nepotisme dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku terkait seleksi Kontingen Paskibraka pusat di tingkat Provinsi Maluku.
  2. Menuntut Pertanggungjawaban Panitia seleksi Paskibraka Maluku atas didiskualifikasinya saudari Kristiani Lumatalale dari seleksi kontingen paskibraka pusat tingkat provinsi Maluku.
  3. Mendesak DPRD Provinsi Maluku untuk segera memanggil dan mengevaluasi Panitia Seleksi Paskibraka pusat ditigkat Provinsi Maluku terhadap tindakan Nepotisme dalam Proses seleksi kontingen Paskibraka Maluku untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
BACA JUGA:  Bahas Obat Sirup Berbahaya, DPRD Rapat Bersama Dinkes-BPOM

Mereka juga menjelaskan bahwa Kristin Lumatalale (KL) sebagai calon anggota seleksi paskibraka nasional telah mengikuti seleksi ditingkat kabupaten dan dinyatakan lolos pada setiap Tahapan seleksi, termasuk tahapan seleksi kesehatan.

“Seleksi nasional di tingkat Provinsi dilakukan oleh empat orang dari BPIP pusatdan Pihak dari Dinas Kesbangpol sampai pada tahapan wawancara dan saudari KL dinyatakan lolos sebagai peserta dengan perolehan nilai Tertinggi,” ujarnya.

Dikatakan, setelah menempuh seluruh tahapan seleksi Panitia mengumumkan 4 pesertayang lolos berdasarkan sistem perengkingan dimana secara otomatis saudari KL juga dinyatakan lolos karena memperoleh rangking 1, kemudian peserta yang dinyatakan lolos dikembalikan ke kabupaten masing-masing sambil menunggu jadwal keberangkatan yang akan diinformasikan oleh panitia melalui wa grup.

sebelum tiga hari keberangkatan, pihak keluarga mendapat informasi ada panitia yang menghubungi calon peserta yang lain diluar dari empat orang peserta yang dinyatakan lolos oleh panitia, untuk mengadakan medical chek up.

Para seruan aksi ini juga menjelaakan, satu hari sebelum keberangkatan , panitia menginformasikan melalui grup wacalon peserta, terkait dengan pemesanan tiket kepada empat orang peserta yang telahlolos termasuk ada KL, ternyata setelah saudari KL membuka wa grup,KL tidakmemperoleh tiket dan peserta lainnya atas nama CR dari empat peserta hanya duaorang yang memiliki tiket.

BACA JUGA:  Tarik Menarik PKB dan PPP, Fraksi Pembangunan DPRD Maluku Terancam Bubar

“Ternyata yang diloloskan adalah tiga calon peserta yang mengikuti medical chekup terpisah dari rangkaian tahapan seleksi yang sengaja dibuat oleh panitia,” pungkasnya.

Menurut Gemafuru, hasil medical chek up dari tiga orang peserta diluar tahapan seleksi, satu orangatas nama LW tidak lolos dengan diagnosa memiliki HB rendah, sedangkan dua lainnyadiloloskan dan diloloskan satu peserta pula oleh panitia yang tidak mengikuti medicalchek up sehinnga total peserta yang diberangkatkan sebanyak lima orang.

Selama kegiatan saudari Kristiani idak pernah mengalami7 pingsan atau pusingtetapi kemudian hasil diagnosa menunjukan bahwa KL mengalami sakit colabs, artinya tidak bisa melakukan aktivitas berat termasuk mengikuti tahapan seleksi termasuk seleksi jasmani.

“Lalu diagnosa yang berikut yang bersangkutan mengalami HB renda7,sedangkan jika HB seorang itu 7 orang sudah tidak lagi bisa beraktivitas dengan baik,” tandas.Korlap Aksi Demo, Welrinto Luturmas. (L04).