Share

AMBON, LaskarMaluku.com  –  Prof. DR. Marthinus J Sapteno SH, MHum  dinilai berhasil dalam memajukan Universitas Pattimura (Unpati) dalam dua periode kepemimpinannya sebagai rektor.

Pasalnya, selama 8 tahun memimpin, Unpatti mampu bergerak maju, baik di bidang akademik, kemahasiswaan maupun kerja sama.

Bahkan kini menjadi universitas terkemuka di Indonesia karena dipercayakan Presiden RI sebagai koordinator dalam Program Pengembangan Pangan Lokal bagi semua Universitas di Indonesia Timur.

Penilaian ini disampaikan dosen dan para alumni, diantaranya Ketua Program Studi Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Leonard Heppy Lelepary, SPd, M.Pd.

Kepada media ini, MInggu (9/4/2023), Lelapary mengakui jika memang benar dan adalah fakta bahwa Unpatti mengalami pergerakan dan perkembangan yang sangat pesat di kepemimpinan Pak Sapteno.

“Di bidang akademik misalnya, Unpatti berhasil bergerak keluar dari kerumitan, kesemrawutan persoalan akademik yang selama ini bagaikan mengurai benang kusut teratasi dengan baik misalnya PD Tikti, masalah penomoran Ijazah secara nasional, sinkronisasi data pendaftaran dengan data keuangan. Semua itu sudah teratasi,” ungkap Lelepary.

Dosen muda yang juga Ketua GAMKI Maluku itu menambahkan, di masa kepemimpinan Septeno, kemajuan pada bidang kemahasiswaan dan alumni juga sangat dirasakan, banyak mahasiswa yang mendapat penghargaan baik tingkat nasinal maupun internasional, selain itu ikatan alumni IKAPATI terbentuk dan struktur kepengurusannya berjenjang sudah ada di semua kabupaten/kota di Maluku termasuk kota-kota lain di Indonesia, juga di luar negeri.

BACA JUGA:  1.804 lulusan Unpatti di Wisudawakan pada Periode April 2024

“Yang patut sangat kita syukuri dan banggakan adalah oleh Presiden RI, Unpatti dipilih menjadi koordinator bagi semua universitas di wilayah Timur Indonesia, baik Sulawesi, Papua maupun NTT di program pengembangan pangan lokal. Ini hal yang luar biasa, bahwa kualitas Unpatti sudah berada di nomor 1 di Indonesia Timur,” paparnya

Memang, lanjut Lelepary, kapasitas, kapabilitas dan ketulusan hati seorang Profesor Sapteno dalam membangun Unpatti yang sudah berada pada tingkatan ini patut diapresiasi.

“Kapasist beliau ini bukan sesuatu take for granted namun karena sederet pengalaman kepemimpinan yang ditorehkan sebelumnya, mulai dari dosen biasa, Ketua Jurusan, Wakil Dekan, Dekan, Wakil Rektor dan akhirnya menjadi Rektor dua periode,”  sebut dia

Prestasi Septeno ini, lanjut Lelepary dibuktikan juga dengan didapuknya penghargaan capaian indikator kinerja utama perguruan tinggi negeri di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada tahun 2020/2021 lalu.

BACA JUGA:  Di Maluku, SMK Neg 5 Ambon Dipercayakan Tangani Program Teaching Factory Skema Pengimbasan

”Iya, beliau dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2021 dan 2022 meraih penghargaan capaian indikator kinerja utama perguruan tinggi negeri dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi dan tentunya penilaiannya bukan sekedar basa-basi,”kata pria yang akrab disapa Heppy ini.

Soal penghargaan, menurutnya lagi, ada tiga puluhan penghargaan dari berbagai lembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri yang diperoleh Sapteno.

Karena itu, tambah Heppy Lelepary, Civitas Akademik Unpatti, termasuk para alumni dan segenap masyarakat Maluku harus ikut berbangga dengan keberhasilan sang profesor kelahiran Ouw, Pulau Saparua itu memajukan universitas termana di provinsi ini menjadi setara dengan lembaga perguruan tinggi lain di Indionesia.

“Di ujung masa kepemimpian pak Sapteno ini, beliau patut mendapat apresiasi yang tinggi. Kami juga berharap Rektor Unpatti kedepan bisa menjadikan capaian yang sudah ada sebagai patokan demi kepentingan Unpatti yang labih maju dan berkualitas,” harap Lelepary.

Hal senada disampaikan oleh Syarif Mandar, alumni mahasiswa Ekonomi yang sekarang telah bekerja di Jakarta. Menurutnya, ini suatu kemjuan yang pesat.

BACA JUGA:  Uji Kelayakan Kepsek di Maluku Makan Korban, DPRD Nilai Syarat Terlalu Menyulitkan

“Selama ini khan tidak ada ikatan alumni,  hanya pada saat pak Sapteno memimpin IKAPATI terbentuk, padahal potensi alumni sangat besar demi ikut mendorong kemajuan almamater pendidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ronald Sopacua, Alumni Mahasiswa Fakultas Pertanian yang sekarang menetap dan bekerja di Maluku Utara menilai bahwa keberhasilan itu sangat berkaitan erat dengan kesadaran para kaum intelektual di kampus bahwa perkembangan ilmu dan pengetahuan terus bergerak dan Unpatti harus mampu memasuki dunia itu dengan menempatkan para wakil rektor yang juga profesional, dan mampu menghasilkan sebuah pergerakan maju bagi Unpati.

“Secara fisik bisa dilihat saja bahwa banyak sekali pembangunan di Unpatti ketika pak Nus Sapteno memimpin. Yang patut juga diapresiasi adalah selama itu pula Unpatti jauh dari hiruk pikuk pemberitaan terkait dugaan penyelewengan anggaran sehingga situasi ini menjadikan Unpatti mendapat penghargaan dari Kementrian Keungan RI soal pengelolaan keuangan terbaik,” sebut dia.

Seperti Lelepary, dua alumni Unpatti ini juga mengharapkan proses pemilihan Rektor Unpatti yang akan berlangsung tahun ini bisa menghasilkan figur yang lebih kapabel dan berkapasitas agar Unpatti lebih maju lagi. (L05)