LASKAR – Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen untuk terus memperkuat peran dan fungsinya sebagai pengawas dan regulator lembaga jasa keuangan, pelindung konsumen sektor jasa keuangan, serta pendukung pemulihan ekonomi daerah dengan keberadaan kantor OJK di daerah.

Kantor OJK di daerah memiliki peran yang strategis untuk dapat dengan segera mengoptimalkan program dan kebijakan yang ditujukan untuk menciptakan sumber ekonomi baru, meningkatkan intermediasi lembaga keuangan dalam mendukung pembiayaan, dan memberikan perlindungan bagi konsumen sektor jasa keuangan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya di Peresmian Kantor OJK provinsi Maluku, Jumat  (13/5/2022).

LaskarMaluku

Santoso Pun mengucapkan apresiasi atas dukungan Pemrov Maluku maupun jajarannya, sehingga pembangunan kantor OJK Maluku bisa berjalan dengan lancar.

“Kantor OJK Maluku ini merupakan kantor ke 6, sehingga itu kami ucapkan terimakasih kepada pak Gubernur Maluku dan jajarannya sebab dukungan pembangunan gedung kantor ini bisa berjalan dengan baik, yang dibangun pada akhir tahun 2021 dengan jangka waktu tak begitu lama,”ungkapnya.

Dikatakan, dengan adanya gedung yang baru OJK Maluku dapat terus meningkatkan pelayanan mereka kepada masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon.

“OJK Maluku akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Maluku, diantaranya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang jasa keuangan sehingga ketika masyarakat ingin kredit bisa mengambil kredit di perbankan atau lembaga jasa keuangan yang terdaftar,”katanya

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku dalam sambutannya mengatakan, pembangunan gedung kantor OJK Maluku dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan terhadap seluruh jasa keuangan di sektor keuangan.

“Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya, kepada OJK atas dukungan dan kerjasamanya dengan Pemrov Maluku selama ini khususnya kredit bank Maluku Malut yang berdampak pada kinerja bank yang terus fokus selama 3 tahun terakhir dengan rata-rata capaian sebesar Rp. 5,39 miliar,”kata Barnabas.

Ia mengakui, Pemrov Maluku secara intens berkolaborasi dengan sektor jasa keuangan untuk  meningkatkan indeks inklusi keuangan dan peningkatan  UMKM, melalui program tim akses percepatan keuangan daerah.

“Jadi kita mendorong indeks inklusi keuangan melalui satu rekening, satu pelajar yang dimana satu rekening satu pelajar ditahun 2021 mencapai 3.21 ribu rekening atau 89 persen, diatas target nasional sebesar 75 persen.

Sedangkan peningkatan UMKM melalui program kredit dan pembiayaan melawan rentenir dengan cepat dan murah melalui jasa keuangan, serta melaksanakan Maluku Baileo Exhibition yang dilaksanakan di Makassar,”jelasnya.

Dirinya berharap, kerjasama antara Pemrov dan OJK Maluku terus dapat ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat Maluku. (L06)