AMBON, LaskarMaluku.com – Gegara rusaknya beberapa titik Close Circuit Television (CCTV) di Balai Kota Ambon, tas berisi uang dan dokumen penting milik wajib pajak Margerety Hendriks hilang misterius di salah satu ruang pelayanan publik Balai Kota Ambon saat pengurusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kecewa dengan kejadian itu Hendriks lalu mengadukan peristiwa tersebut ke Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Hendriks mengadukan hal tersebut dalam program Walikota Jumpah Rakyat (Wajar) yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Jumat (10/2/2023) pagi tadi.
Di hadapan Wattimena dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Hendriks menuturkan kronologis hilangnya tas tersebut.
Korban yang datang bersama suaminya juga mempertanyakan tidak aktifnya CCTV di dalam ruang pembayaran PBB yang diketahui ada di bawah pengelolaan Dinas Pendapatan Kota Ambon itu.
Menanggapi hal itu, Wattimena mengaku akan bertanggung jawab perihal pengurusan dokumen-dokumen milik korban. Terkait peristiwa itu, Wattimena juga meminta maaf kepada korban.

“Apa yang hilang di situ akan kita gantikan. Pasti ganti supaya jangan lagi kita memperluas persoalan ini. Kita akan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan kita hari ini. Kejadian seperti bagini jangan terulang lagi,”ujarnya.
Sementara terkait CCTV, Wattimena telah memerintahkan pimpinan OPD terkait untuk menindaklanjuti hal itu.
“Saya sudah cek Kabag Umum soal CCTV ternyata CCTV tak berfungsi disebabkan arus listrik yang tidak stabil membuat CCTV mengalami gangguan. Dan saya sudah perintahkan untuk segera diperbaiki. Kita butuhkan masyarakat yakin dengan pelayanan kita di sini,” tegasnya.
Tidak hanya soal itu, soal keberadaan CCTV pada ruang-ruang pelayanan publik juga berkaitan dengan transparansi dari kerja-kerja pelayanan publik yang ada di Pemerintah Kota Ambon.
“Dengan adanya CCTV ini juga membersihkan area pelayanan publik dari praktik pungutan liar (pungli) demi membangun kepercayaan masyarakat. CCTV ini melambangkan transparansi. Sebenarnya ini menggambarkan bahwa pelayanan itu dilakukan dengan baik, tanpa dikotori dengan pungli dan sebagainya,”tandas Wattimena seraya berjanji akan segera memperbaiki.
Wattimena mengungkapkan ada 32 titik CCTV yang saat ini dipantaunya dari ruang kerjanya. Namun, akui dia, ada beberapa titik yang mengalami kerusakan atau tidak aktif. (L06)
