AMBON, LaskarMaluku.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, sebanyak 13 titik di Maluku, telah terpasang Warning Receiver System (WRS) New Generation (NG), sebagai warning sistem kejadian gempa dan tsunami yang terpantau secara real time.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro, kepada wartawan, di Balai Kota, Selasa (28/2/2023) menuturkan, ini merupakan program BMKG secara nasional, dan Maluku, kebagian 13 titik, termasuk 5 diantaranya untuk Kota Ambon.

“Jadi BMKG Maluku, pasang alat komunikasi gempa bumi dan tsunami melalui pusat-pusat perkantoran di Kota Ambon, dan Maluku,”jelasnya.

Peralatan ini lanjutnya, berfungsi untuk menyebar luaskan informasi kejadian gempa bumi di seluruh Indonesia, termasuk Kota Ambon dan Maluku.

“Untuk Maluku dipasang di 13 titik, diantaranya Kantor Gubernur, Kantor Walikota, Kantor BPBD Maluku, Kota dan juga kantor RRI Ambon, dan juga tersebar di Kabupaten/kota lainnya di Maluku. Alat ini bekerja selain untuk menyebarkan informasi gempa, juga informasi soal tsunami. Jadi alat ini akan memberikan informasi terkait wilayah mana yang akan terdampak tsunami,”jelasnya.

Diakui, bahwa saat ini pihaknya dalam proses melakukan update terkait jaringan komunikasi menggunakan GSM tersebut, sekaligus melakukan perbaikan atau maintenance di dua titik, yaitu di Kantor Walikota dan juga di RRI Ambon,

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro,
LaskarMaluku

Seluruh Indonesia sambungnya, terdapat kurang lebih 200 alat komunikasi yang sudah terpasang. Dan pada hari ini, pihaknya sedang melakukan proses upgrade terhadap alat komunikasi dimaksud.

“Arahan pimpinan kami, bahwa kami di daerah harus terus melakukan sosialisasi terkait ini. Dan secara rutin melakukan kegiatan pemasangan sensor gempa. Selain itu juga Kami akan  melakukan kegiatan BMKG too school, yang rencananya tahun ini, akan kami lakukan di 8 sekolah, untuk memperkanalkan program ini, termasuk untuk sekolah di Tual dan juga Pulau Banda,”ujarnya.

Dirinya menambahkan, kegiatan BMKG To School akan laksanakan di Bulan Februari – Maret yakni, di SMAN 3 Ambon (Rumah Tiga), SMAN 5 Ambon (Lateri), SMAN Madrasah Alia Alfata (Honipopu) SMKN 5 Ambon (Rumah Tiga), SMKN 2 (Wayame) Ambon, SMK Maria M.Ambon (Air Salobar), SMAN I (Leihitu Barat), SMAN 8 Ambon (Hutumuri) 

“Karena kita tidak akan pernah tahu gempa itu terjadi kapan, bisa jadi mungkin kita sementara bekerja atau anak-anak kita sedang sekolah atau suami kita sedang ke pasar, jadi kita melakukan edukasi sejakk awal,”ungkapnya. (L06)

LaskarMaluku