AMBON, LaskarMaluku.com – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena berharap kegiatan lokakarya Nasional Energi dan Iklim UIGreenMetric, yang di Gelar oleh Universitas Pattimura bisa menghasilkan pikiran-pikiran konstruktif dan mencari bagaimana alternatif untuk bisa tetap ada bertumbuh membangun tetapi tetap menjaga lingkungan alam.
Hal ini disampaikan Wattimena dalam sambutan yang di bacakannya di Aula Lantai II Rektorat Unpatti, Rabu (7/6/2023).
Bodewin Wattimena mengatakan, perubahan atau pertumbuhan suatu kota atau suatu wilayah, tentu dipengaruhi oleh aktivitas yang dibuat sehingga kota itu terus bertumbuh dan berkembang dari berbagai sisi kehidupan atau bidang kehidupan. Seiring dengan perkembangan kota yang terjadi tersebut, juga membawa dampak yang cukup serius soal masalah lingkungan hidup.
“Oleh karena itu, kita diminta untuk atau mau harus mampu menciptakan harmonisasi antara aspek lingkungan, aspek ekonomi dan juga aspek sosial yang menjadi bagian daripada faktor-faktor pendukung perkembangan kota itu. Dan oleh karena itu, keseimbangan antara ketiga aspek ini diharapkan dapat terus terwujud sehingga harapannya generasi mendatang dapat minimal menikmati seperti apa yang kita nikmati,” ungkap Wattimena.

Menurutnya, ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa semua sumber daya, termasuk sumber daya alam harus dijaga dan dilestarikan supaya bisa dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang.
“Jangan sampai nanti generasi yang akan datang hanya diwariskan Kota yang bagus dan kota yang tidak lagi memiliki berbagai dukungan dari aspek lingkungan yang dimaksudkan. Karena itu, arah pembangunan kota saat ini diarahkan difokuskan untuk minimal bisa memenuhi indikator penilaian setiap kota, yang ada saat ini konsep dan tujuan pembangunan berkelanjutan itulah yang kemudian di terimplementasi dalam banyak visi misi pembangunan dibuat oleh negara-negara oleh provinsi maupun kota-kota yang ada di dunia termasuk di Indonesia karena itu menjadi indikator penilaian dalam setiap ajang,” ujarnya.
Dijelaskan, di dalam rencana pembangunan Kota Ambon tahun 2023 misi kedua mewujudkan tata kehidupan manusia Ambon yang mandiri secara berkelanjutan dengan tujuan terbentuknya infrastruktur dan penataan ruang kota yang berkualitas dan berwawasan lingkungan.
“Saya mau sampaikan bahwa semua kota berlomba-lomba untuk bagaimana menyumbangkan pembangunan dengan lingkungan, saya sebagai Penjabat selalu berupaya untuk mewujudkan lingkungan Kota Ambon yang bersih dan seterusnya itu bagian dari kita untuk membuat kota ini dalam sebuah proses pembangunan yang berkelanjutan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, kegiatan lokakarya ini diharapkan akan bisa menghasilkan pikiran-pikiran konstruktif dan mencari bagaimana alternatif untuk bisa tetap ada bertumbuh membangun tetapi tetap menjaga lingkungan alam.
Dimana konsep green kampus ini telah diterapkan oleh berbagai Universitas Indonesia.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, mengungkapkan harapan yang sama. Melalui kegiatan ini, dapat menghasilkan indikator-indikator guna menjaga keadaan iklim yang tengunya memiliki dampak yang besar baginkehidupan manusia.
Dalam pemikiran-pemikiran para narasumber dibentuk oleh UI GreenMetric harapannya ada indikator indikator nanti bisa di follow up dengan hal-hal yang praktis, hal-hal yang bisa di implementasi secara baik apakah itu dari riset apakah itu dari pendidikan dan pelatihan maupun dari pengabdian kepada masyarakat.
Untuk diketahui, narasumber atau pembicara pada kegiatan ini sebanyak tiga orang Prof. Bruri Triyono, Dr. Dwi Martana Nurhasan, Ibu Suci Wulan Pawhestri.
Pesertanya sendiri merupakan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang tergabung dalam UI GreenMetrics World Rangking. (L06)
