AMBON, LaskarMaluku.com – meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi HIV di Kota Ambon khususnya dan Maluku umumnya, tentu sangat memprihatinkan banyak pihak, khususnya dari legislatif. 

Kondisi meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi penyakit ini, boleh dikatakan kota Ambon sangat rawan dan perlu waspada, ibarat gunung es yang sewaktu-waktu meletus.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Rofik Afifudin mengungkapkan,  dari hasil penelitian salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) belum lama ini mamaparkan, jumlah orang yang terinfeksi HIV AIDS di seluruh kabupaten-kota di provinsi Maluku, kota Ambon jumlah penderitanya cukup banyak dan menyasar di kalangan anak remaja.

“Penelitian dari LSM, terhadap jumlah penderita HIV AIDS di Maluku, paling banyak terdapat di kota Ambon dan menyasar di paling banyak adalah remaja, ini butuh penanganan, kita punya Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia daerah Maluku, ” kata Rofik, seraya menegaskan kalau dari sisi pendanaan Komisi ini, belum cukup anggaran untuk menanggulanginya jika dibandingkan dengan pagu anggaran yang disiapkan untuk kegiatan jambore PKK provinsi Maluku.

Demikian disampaikan Afifudin kepada awak media usai rapat terbatas (Ratas) dengan mitranya di ruang komisi IV DPRD Maluku’ Rabu, (14/06/2023) siang.

Beberapa mitra yang ikut dalam rapat terbatas itu antara lain; Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan.

LaskarMaluku

Menurut Rofik, meningkatnya jumlah orang muda yang terjangkit HIV AIDS di Kota Ambon perlu menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah provinsi Maluku untuk segerah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten-kota supaya perlu melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Diharapkan problem ini menjadi catatan buat pemrov Maluku dan seluruh pemerintah kabupaten-kota jangan menganggap remeh kondisi yang tercipta saat ini karena dia ini ibarat gunung es, dan diperlukan sosialisasi yang maksimal, “tutur Afifudin. Seraya berharap kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, apabila ada gejala. 

Menyadari sungguh bahwa penderita HIV AIDS belum bisa disembuhkan tetapi bisa dihambat penularannya melalui pencegahan dini.

“Sosialisasi, keterbukaan informasi soal penyakit mematikan ini benar-benar dilakukan publikasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS daerah Maluku, “harap Afifudin, anggota Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, dapil Kota Ambon dari parpol lambang Ka’bah ini.

Pihak komisi IV berencana akan mengundang Komisi penanggulangan AIDS Provinsi Maluku bersama dinas terkait. 

Langkah ini perlu dipercepat lanjut Afifudin mengingat lembaga negara itu, hanya mempunyai pendanaan yang sedikit (terbatas).

“Jadi memang terlalu banyak program-program pemerintah yang sifatnya seremonial yang menurut saya menghabiskan anggaran puluhan milyar rupiah hanya mengurusi hal-hal yang bisa diurus oleh steakholder yang lain, kalau soal stanting kita bisa didorong melalui dana desa, “ungkap Rofik. (L05)

LaskarMaluku