AMBON, LaskarMaluku.com – Di musim pemilihan kepala daerah secara serentak di Indonesia, banyak diantara calon kepala daerah, baik gubernur, bupati dan Walikota menawarkan “Menciptakan Lapangan Kerja” ide dan gagasan ini hanya bisa keluar dari calon kepala daerah yang berani mengambil kebijakan berisiko.

Tetapi kadang ada juga calon yang hanya sekedar umbar janji untuk menaikan elektabilitasnya dihadapan publik pemilih. Apalagi minim pengalamannya di pemerintahan maupun dipublik tentu ini akan membawa persoalan baru, kita rakyat pemilih memberikan dukungan kepadanya.

Tipe calon kepala daerah ini, jika masyarakat tidak hati-hati berpikir dan menelaah secara baik, maka bakal menciptakan neraka baru ditengah kondisi perekonomian kita yang lagi cilaka saat ini.

Fakta menarik dari sekumpulan kampanye dari calon gubernur dan calon walikota yang melaksanakan kampanye dialogis diberbagai tempat di Kota Ambon misalnya, tidak ada satupun yang mencoba untuk menawarkan lowongan kerja untuk masyarakat pencari kerja di Kota Ambon julukan “Kota Manise ini” tetapi lebih kepada sederet program-program yang memang tercipta secara alami ditengah masyarakat seperti misalnya, persampahan, air bersih, lampu jalan, jalan setapak, pendidikan dan kesehatan hingga program mensejahterakan masyarakat yang mengabdi sebagai hamba Allah, hamba Tuhan di pengurus Masjid, Gereja, Vihara dan pengurus kelenteng.

Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku kini menampung makin banyak pengangguran intelektual, lantaran di kota ini, banyak menghasilkan sarjana dari berbagai universitas; Unpatti, UKIM, STIA Trinitas, STAIN, Darusalam STAGPEN, STEPAG, STIKES dan lain-lain.

Padahal konsep visi misi untuk menawarkan lapangan kerja, oleh setiap peserta kontestan pilkada, mestinya berani untuk dikemukakan.

Sikap keberanian ini mesti ditunjukan oleh calon kepala daerah, biar masyarakat yang pantas menilai siapa diantara calon kontestan kepala daerah ini yang memiliki nilai jual dan layak untuk dipilih.

Kurangnya penciptaan lapangan kerja, maka wajar, banyak generasi muda, hingga pada usia yang tidak produktif lagi di dunia kerja, terpaksa menyambung hidup di dunia gemerlap dan dunia yang menyesatkan.

Kalau dulu banyak tersedia ladang kerjaan, tapi sedikit tuaian. Kini terbalik banyak tersedia lapangan tapi tidak ada kerjaan.

“Anak kita kalau kerja enggak mungkin dagang narkoba, banyak lapangan tapi enggak ada kerjaan,” ujar Mursani kepada Rano sambil berkelakar.

Rano Karno adalah Sorang aktris bekan dan dikenal banyak luas banyak orang.

Rano Karno dan Pramono Anum  mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta dan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sedikit kelakar dari ibu ini, semoga bisa memberikan inspirasi bagi para calon  Walikota dan calon gubernur kita.

Kita berharap pilkada serentak di Provinsi Maluku berjalan aman, damai, tentram dan kondusif.

Berikanlah hak suara anda kepada pemimpin yang amanah bukan pemimpin penebar janji. (Andi Sagat)