AMBON, LaskarMaluku.com – anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, mengatakan bahwa Lembaga Rumah Generasi telah menunjukkan peran positif dalam mendukung pembangunan inklusif dengan menggunakan pendekatan berbasis data desa.
Pasalnya, pembangunan inklusi di Kota Ambon menjadi salah satu prioritas yang terus didorong, terutama dalam kaitannya dengan program-program prioritas yang telah dicanangkan oleh Walikota.

“Salah satu aspek penting dalam mewujudkan pembangunan inklusif adalah pendekatan berbasis data yang lebih terperinci, terutama dengan mengacu pada tingkat desa,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw kepada media di Gedung DPRD Kota Ambon, Selasa (25/3/2025).
Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data yang lebih akurat dan faktual di lapangan. Misalnya, dengan langsung menemui penyandang disabilitas di setiap desa, data yang diperoleh akan lebih valid dan dapat menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan.
Selain itu, kata Laturiuw data yang disajikan harus selaras dengan perencanaan APBD Kota Ambon, sehingga program pembangunan inklusif dapat dimasukkan dalam anggaran daerah.
Dengan demikian, kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.
Keterbatasan anggaran daerah sering menjadi kendala dalam pelaksanaan program pembangunan. Oleh karena itu, peran sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi solusi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
Forum TJSL yang sudah ada di Kota Ambon dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan, baik dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana, pendidikan, maupun program sosial lainnya.
“Salah satu sektor utama yang menjadi perhatian adalah pendidikan. Saat ini, sudah ada 48 sekolah rujukan yang menjadi bagian dari program inklusif,”jelasnya.
Namun, penting untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah ini benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik. Pengawasan terhadap data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) menjadi kunci agar tidak ada ketidaksesuaian antara data sistem dan kondisi faktual di lapangan.
Untuk mencapai pembangunan inklusif yang efektif, diperlukan sinergi antara pemerintah, komunitas seperti Rumah Generasi, sektor swasta, serta pengawasan yang ketat dari DPRD Kota Ambon.
“Dengan pendekatan berbasis data yang valid, optimalisasi dana APBD, serta keterlibatan perusahaan dalam program TJSL, Kota Ambon dapat mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya,”harapnya. (L06)