AMBON, LaskarMaluku.com – Wakil Rektor (Warek) 4 Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr Rusland H S Tawari, M.Si, secara aklamasi dipilih menjadi Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi se-Indonesia, periode 2025-2027.

Tawari, dipercayakan memikul tanggung jawab jabatan tersebut, melalui Musyawarah Nasional (Munas) Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia dan Institut Seni Indonesia yang berlangsung di lantai dua Swizbelhotel, Senin (24/2/25) siang.

LaskarMaluku

Usai terpilih dan mendudukkan komposisi pengurusnya, Dr Ruslan mengungkapkan, ide cermalang yang ia gagas untuk merencanakan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah perbatasan di Indonesia, diperlukan perencanaan yang matang. Namun ide ini setidaknya mendapat dukungan penuh dari forum wakil Rektor bidang kerjasama. Mengingat kondisi finansial dan operasional dari masing-masing perguruan tinggi negeri yang duduk dalam forum wakil rektor ini sangat bervariatif.

“Wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3 T) ini sangat tidak tersentuh jadi kita juga tidak bisa menyalahkan Perguruan Tinggi, ini karena terbatas dana, di masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sehingga wilayah-wilayah sebutan 3 T ini betul-betul terisolasi dan berada pada rentang kendalinya jauh secara ekonomis membutuhkan dana yang tidak sedikit, “ungkap Ketua Forum Wakil Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia Rusland Tawari yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Universitas Pattimura Ambon ini, kepada Laskar Maluku.com di lantai dua Swizbelhotel Senin (24/2/25) sore usai dirinya menyusun komposisi pengurus Forum Warek Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.

Menurut Tawari, gagasan dilaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal ini, kedepan dielaborasikan dengan berbagai perguruan tinggi negeri yang ekonominya mapan sehingga ide ini dapat terlaksana dengan baik.

“Ini penting sebenarnya kerena wilayah-wilayah 3 T itu, kita ingin membangun semacam gerakan kesadaran akan keutuhan negara kesatuan dan disitu kita akan mentransformasikan keilmuan kita, atau semacam wawasan kebangsaan agar stabilitas keamanan dikawasan perbatasan tetap menjadi semangat persatuan, “kata Tawari yang juga guru besar pada Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini, penuh optimis.

Dia berpendapat, stabilitas kawasan dalam ke-Indonesiaan mesti di kedepankan dalam menjamah kawasan-kawasan yang disebut dengan 3 T.

“Menjaga stabilitas keamanan kawasan, perguruan tinggi harus ambil bagian dari posisi dimaksud, selain program pemerintah terkait dengan program makan bergizi gratis (MBG). Ini penting karena Universitas harus didorong untuk mampu memberikan kontribusinya, bukan sekedar pemikiran tetapi harus menjadi eksekutor, “tandas Tawari.

Sejumlah guru besar yang ikut dalam komposisi kepengurus Forum Wakil Rektor Bidang Perencanaan, dan kerjasama, periode 2025-2027 tersebut, masing-masing;

  1. Prof Dr Muhammad Hatta dari ITS.
  2. Prof Dr Wijayanto dari Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah
  3. Prof Dr Husein Siregar dari Universitas Riau.
  4. Prof Dr Erna dari Institut Teknologi Kalimantan (Balikpapan).
  5. Prof Dr Syaruddin dari Universitas Makasar.
  6. Prof Dr Andi dari Universitas Brawijaya.

Untuk disimak bersama, tujuan dilaksanakannya Kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Sekolah Kerjasama Forum Warek se-Indonesia ini, guna membahas kebijakan dan strategi kerjasama dalam dan luar negeri antar perguruan tinggi dalam bidang riset, industri dan akademik serta melaksanakan rapat koordinasi forum wakil rektor bidang kerjasama.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Wakil Rektor, Direktur dan kepala Bidang Kerjasama dari 43 Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia dan ISI se-Indonesia dengan jumlah 68 orang peserta.

Dasar dilaksanakannya kegiatan Akbar itu, menurut Ketua Panitia Pelaksana Munas, Dr Agus Ufie M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan kalau Musyawarah Nasional Munas dan Sekolah Kerjasama Forum Wakil Rektor se-Indonesia ini, tertuang dalam surat keputusan Rektor Universitas Pattimura tentang Pembentukan Panitia Musyawarah Nasional Forum Wakil Rektor Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia dan Institut Seni Indonesia Tahun 2025 Nomor 286/UN13/SJ/2025.

Dr. Ruslan H. S. Tawari, M.Si sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, 2024-2028 ini dipilih secara aklamasi menggantikan Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., FINASIM adalah Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Universitas Airlangga.
Sebagai anggota Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran dan Ketua Kelompok Kajian H.pylori dan Mikrobiota, Lembaga Penyakit Tropis sejak 2011, dr. Miftah menjadi Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah Universitas Airlangga dari tahun 2018 hingga 2020. Dia juga menjadi salah satu peneliti Departemen Kedokteran Lingkungan dan Preventif, Fakultas Kedokteran Oita University, Jepang sejak Oktober 2012.

Dalam lima tahun terakhir, dr. Miftah telah terlibat dalam berbagai riset mandat, riset kolaboratif, projek yang didanai oleh pemerintah maupun institusi serta terlibat dalam pengabdian masyarakat. Dalam penelitian terakhirnya, tim yang diketuainya menerima Hibah Program Top-Tier Covid-19 untuk penelitian berjudul “Learn From Indonesia the Worlds’s Highest Covid-19 death rate: Genealogy, viral mutation, healthcare resources, prevalence and distribution across the country , demographic and risk factor, sociobehavioral and government policy”.

Peneliti yang fokus pada Gastroenterologi telah menerima beberapa penghargaan dan berbagai prestasi termasuk sebagai Peneliti Universitas Airlangga dengan Publikasi Q1 Terbanyak (2019), Peringkat 2 untuk Sitasi Terbanyak (2019) dan juga Penghargaan Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi Bidang Kesehatan dan Obat dari Kementerian Riset dan Teknologi/ BRIN di tahun 2020. (LO5)