AMBON, LaskarMaluku.com – Salah satu kendala tercapainya swasembada komoditas pertanian di Indonesia adalah makin sempitnya lahan pertanian yang ditandai dengan berkurangnya aktivitas pertanian.

Bertambahnya jumlah penduduk Indonesia berbanding lurus dengan kebutuhan akan tempat tinggal. Sehingga bisnis properti atau perumahan merupakan pilihan terakhir petani karena keuntungan yang menjanjikan.

Bisnis properti yang senantiasa memakan lahan pertanian semakin menjamur. Semakin menyempitnya lahan produktif terutama di kota-kota besar membuat budidaya tanaman melalui teknik hidroponik menjadi menarik dan semakin penting.

Keterbatasan lahan di perkotaan ternyata bukanlah hambatan untuk bertani, hal tersebut bisa diatasi dengan penggunaan sistem pertanian hidroponik. Hasil yang diperoleh juga tak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional. Hidroponik dapat di kembangkan dengan menggunakan berbagai jenis pipa yang berukuran lumayan besar untuk menampung air supaya akar tanaman berkembang. Pipa dapat disusun ke atas seperti pola terasering/tingkat sehingga menghemat tempat/lahan.

Perkotaan tentunya memiliki lahan yang dapat dibilang sempit, tanah yang Sebagian besar tertutup paving sehingga jarang di jumpai pesawahan namun tak perlu berduka karena dapat diatasi dengan pertanian hidroponik.

Pasalnya, lahan yang sempit tersebut dapat disulap menjadi areal hidroponik yang indah. Tidak disangka, kota adalah lahan yang cocok untuk menggiat sistem hidroponik tersebut.

Kelebihan hidroponik selain penggunaan lahan yang terbatas juga dapat tumbuh tak kenal tempat, serta tak tergantung pada musim.

Keuntungan hidroponik di kota sangatlah memuaskan dari biaya pembuatan hingga produksi yang relatif murah juga tidak memerlukan pestisida dan pupuk lainnya. Malahan, sistem hidroponik ini’ hanya membutuhkan air saja, selain itu tanaman tumbuh lebih cepat dibanding dengan penanaman di media tanah. Bahkan, hasil dari hidroponik ini berlipat ganda meskipun tempatnya tak sebegitu luas. Budidaya hidroponik menjadi solusi terbaik.

Peluang yang begitu menjanjikan dan untuk menunjang kelangsungan hidup keluarga dan atau kelompok usaha,  Dharma Wanita Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Unpatti,  melalui Bidang Ekonomi, menggagas program sosialisasi hidroponik untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Ketua PKK Dharma Wanita Fakultas KIP Universitas Pattimura Ambon, Prof Dr  Hermalina Sinay, M. Pd mengemukakan, program sosialisasi hidroponik ini merupakan wujud komitmen dharma wanita dalam upaya meningkatkan kreativitas dan inovasi terutama bagi ibu-ibu dharma wanita.

“Saat ini kita berada pada yang mengalami begitu banyak perubahan, dinamika dimana terjadi pergeseran lahan pertanian makin sempit, maka salah satu upaya membangun ekonomi keluarga adalah pola pertanian secara hidroponik, “kata guru besar Fakultas KIP ini dalam sambutannya di pelataran kantor Fakultas KIP Unpatti Jumat (12/12/2025)

Inisiasi dari program sosialisasi hidroponik dari Bidang Ekonomi, Dharma Wanita Fakultas KIP ini telah digagas dalam program tahun 2025 ini. Program sosialisasi mengenai Budidaya hidroponik ini dirasa sangat penting ditengah sempitnya lahan pertanian.

“Jadi inisiasi program sosialisasi hidroponik bertujuan agar setiap orang dapat menggunakan kreasinya untuk menanam kendati berada pada kondisi lahan yang terbatas, ” kata Hermalina Sinay, seraya menambahkan kalau program sangat bermanfaat untuk menyalurkan hobi bercocok tanam bagi kita yang tinggal di perkotaan dan tidak memiliki pekarangan yang luas, “ujarnya lagi.

Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga ini menghadirkan narasumber Johny E Nanuru selaku Kepala Seksi Pertanian dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan kota Ambon.

Diharapkan dari kegiatan tersebut dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi ibu-ibu dharma wanita Fakultas KIP Unpatti.

“Saya berharap hasil kegiatan ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu sudah mengalami proses belajar guna meningkatkan usaha ekonomi keluarga, bukan hanya ibu-ibu tapi bapak-bapak juga mau ingin mencoba untuk mengembangkan keterampilan melalui program hidroponik ini untuk konsumsi rumah tangga, lebih dulu terpenuhi dan menjamin kita mengkonsumsi sayuran yang sehat, “ajak Ketua PKK Dharma Wanita Fakultas KIP Unpatti, Prof Dr Hermalina Sinay, S.Pd,.M. Pd

Program hidroponik sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di perkotaan karena menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan, meningkatkan ketahanan pangan dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan terutama di daerah perkotaan.

Hadir dalam Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga ini, pesertanya selain ibu-ibu dharma wanita Fakultas KIP, beberapa dosen dari Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas KIP, Prof Dr Isak Wenno, M.Pd, Wakil Dekan 1 FKIP Unpatti Ambon maupun unsur mahasiswa serta sejumlah pegawai dilingkungan Fakultas KIP. (L05)