AMBON, LaskarMaluku.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa perayaan Natal tidak boleh berhenti pada seremoni ibadah semata, tetapi harus dimaknai melalui tindakan nyata yang menghadirkan kepedulian bagi sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat memberikan sambutan pada acara Malam Natal Kristus yang digelar oleh Tim Jamahan Kasih-Malam Badonci di Pattimura Park Kota Ambon, Selasa (16/12/2025)

Dihadiri oleh Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. S. I. Sapulette, M. Si,Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon Cristian Tukloy, jajaran pimpinan dan asisten Pemerintah Kota Ambon, Ketua Tim Jamahan Kasih Ongen Matita, basudara dari Belanda, para tukang becak, penyapu jalan, anak yatim piatu, serta masyarakat kurang mampu.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, saya menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan, karena dalam kebaikan-Nya kita dipertemukan malam ini untuk memuji dan memuliakan-Nya dalam suasana Natal,” ujar Wattimena.

Menurut Wali Kota, pesan utama Natal adalah tentang Allah yang peduli, yang mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan manusia. Nilai kepedulian inilah, kata dia, yang harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya tidak lagi bicara soal pemaknaan Natal karena sudah disampaikan oleh Pendeta dan Ketua Sinode. Tetapi bagi kita semua ada satu pesan penting, yakni kepedulian Allah yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama,” tegasnya.

Wattimena juga mengapresiasi komitmen Bung Ongen Matita bersama rekan-rekan di Belanda yang selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan kepedulian kepada masyarakat kurang mampu di Ambon dan Maluku, bukan sekadar melalui kata-kata, tetapi melalui aksi sosial yang berkelanjutan.

“Apa yang dilakukan malam ini membuktikan bahwa perjumpaan kita seharusnya menjadi jembatan bagi yang membutuhkan, bukan tembok pemisah antara kaya dan miskin. Bukan soal seberapa besar bantuan, tetapi setiap upaya untuk membantu adalah wujud nyata mengikuti teladan kasih Kristus,” tambahnya.

Atas kegiatan tersebut, Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Tim Jamahan Kasih, Tim Malam Badonci, dan seluruh pihak yang terlibat.

Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. S. I. Sapulette, M.Si, dalam sambutannya menyambut kegiatan Malam Natal Kasih tersebut dengan penuh sukacita.

“Saya bersyukur dan bergembira karena ini sudah yang ketiga kalinya kegiatan Natal Kasih dilakukan. Hari ini saya boleh menjadi bagian dari persekutuan ini untuk merayakan Natal Kristus bersama saudara-saudara di Ambon,” ungkapnya.

Menurut Ketua Sinode, Natal adalah peristiwa kasih Allah yang datang menjumpai dan menyelamatkan manusia. Kasih itulah yang, menurutnya, telah menggerakkan Tim Jamahan Kasih dan Tim Malam Badonci, bersama dukungan basudara di Belanda dan Maluku, untuk menyatakan kasih melalui pelayanan sosial.

“Inilah pemaknaan Natal yang sesungguhnya. Natal tidak hanya dirayakan secara ritual, tetapi dihayati dan diteruskan dalam aksi kepedulian sosial,” tegas Sapulette.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menyalakan dan meneruskan kasih Kristus kepada semakin banyak orang, khususnya mereka yang membutuhkan, agar kasih Tuhan dapat dialami secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada para tukang becak, penyapu jalan, dan anak-anak yatim piatu yang hadir, Ketua Sinode menegaskan bahwa melalui peristiwa Natal, Allah memastikan bahwa mereka tidak sendirian.

“Allah hadir dan berkarya di tengah kita, menyertai dan menyelamatkan kita,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Sinode GPM juga menyampaikan apresiasi dan doa bagi Tim Jamahan Kasih agar pelayanan kasih yang dilakukan terus bertumbuh dan memberkati banyak orang. (L06)