MASOHI, LaskarMaluku.com – Belum diketahui secara pasti motif dibalik aksi kekerasan yang melibatkan Desa Rumaolat, Desa Masihulan dan Desa Sawai.
Pasalnya, baik bupati dan Dandim Maluku Tengah yang dihubungi melalui sambungan telepon belum bersedia memberikan pernyataan apapun. Namun diduga kuat peristiwa kekerasan tersebut, sebagai bagian dari aksi pemukulan terhadap sopir angkot dan tiga pemuda asal Rumaholat yang dilakukan oleh pemuda desa Sawai. Dua peristiwa pemukulan itu, secara terpisah.

Peristiwa kekerasan berdarah yang melibatkan tiga negeri itu, mengakibatkan sejumlah orang alami luka-luka dan puluhan rumah milik warga Masihulan terbakar.
Informasi yang diterima menyebutkan kalau peristiwa kekerasan berdarah berawal dari insiden sebelumnya (beberapa hari lalu) dimana kelompok pemuda Negeri Sawai melakukan pemukulan terhadap pemuda Rumaholat.

Tidak sampai disitu, sekelompok pemuda Sawai juga memukul dan menganiaya seorang sopir angkot dari desa Rumaholat.
Belum diketahui secara pasti, desa mana yang lebih awal terhasut dan memulai aksi serangan brutal itu, tetapi yang jelas beredar vidio di FB dan WA, terlihat ada upaya pencegahan aparat keamanan gabungan baik TNI maupun Polri berupaya melerai pergerakan massa disetiap daerah perbatasan negeri tetangga.
Konflik antar desa di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (3/4/2025), di laporkan Satu anggota polisi tewas dan puluhan rumah terbakar.
Kendati begitu, sebelum dilakukan pencegahan oleh aparat keamanan, massa dari kedua desa berkonsentrasi di perbatasan disusul saling serang dengan alat tajam dan senapan angin.
Peristiwa itu mengakibatkan Bripka/86041282 Husni Abdullah Panit Opsm/nal Intelkam Polsek Wahai Polres Maluku Tengah, Polda Maluku tewas tertembak dan empat warga Sawai lainnya juga mengalami luka diduga tertembak senapan angin dan puluhan rumah warga Masihulan terbakar.
Sampai dengan berita ini diturunkan, Pemerintah daerah Maluku Tengah, Dandim dan Kapolsek Wahai, Kecamatan Seram Utara belum memberikan keterangan rinci, kendati telah dihubungi melalui nomor telepon masing-masing.

Sementara itu Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sangat menyesalkan insiden pertikaian antara tiga negeri di Seram Utara yang mengakibatkan korban meninggal dunia, luka-luka dan sejumlah rumah terbakar.
Dalam himbauan yang beredar di media sosial, Gubernur meminta masyarakat di tiga negeri dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan situasi yang ada.
“Kita berikan kesempatan untuk aparat keamanan TNI dan Polri untuk menyelesaikan dan memulihkan situasi kamtibmas.”harap Gubernur seraya meminta peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di tiga negeri untuk melakukan upaya-upaya perdamaian dan memulihkan situasi kamtibmas. (L05)