AMBON, LaskarMaluku.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, dr Mauliwaty Bulo,.M.Si.
mengemukakan, Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dapat memberikan kesadaran penuh kepada kaum bapak Katolik untuk membangun keluarga yang berkualitas sehat dan sejahtera.
Bahwa sosialisasi gerakan Ayah Teladan Indonesia ini bukan yang pertama kali kita lakukan di kota Ambon, melainkan beberapa kabupaten kota sudah kami laksanakan sosialisasi serupa.

Namun demikian, kegiatan kali ini dilaksanakan dalam rangka dan ini kita laksanakan ini dalam rangka hari “Ayah Nasional di tanggal 12 November 2025 kemarin ada serangkaian kegiatan kami ada kemarin virtual dan kami punya namanya komunitas kaum Bapak di kantor di BKKBN Kemudian kami juga ada kegiatan-kegiatan misalnya sosialisasi seperti sekarang ini ke gereja kemudian ke komunitas-komunitas lainnya, jadi ini bukan yang pertama kali tetapi kami berusaha memanfaatkan setiap momentum yang ada untuk mensosialisasikan terkait Ayah Teladan Karena itu adalah salah satu program cepat Kementerian kami, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, “kata dr Mauliwaty.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi yang telah dilaksanakan pihaknya, tentu akan lanjutkan dengan kegiatan-kegiatan berikutnya baik melalui tatap muka, ataupun melalui pertemuan secara zoom.
“kalau bapak-bapak bersedia dengan narasumber atau tenaga ahli misalnya psikolog dan sebagainya kita biasanya ada pertemuan-pertemuan seperti itu bisa laksanakan untuk berikutnya, ” ujar dr Mauliwaty Bulo.
Fenomena fatherless atau ketidakhadiran sosok ayah dalam kehidupan anak mendorong Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk membentuk Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Pembagian peran dalam keluarga masih menghadapi bias signifikan. Pengasuhan anak hanya diidentikkan dengan peran ibu, sehingga realitas ini menimbulkan ketimpangan.
“Jadi fenomena fatherless ini berimplikasi langsung pada kesejahteraan keluarga dan kualitas generasi muda. Ayah di Indonesia harus menjadi teladan bagi anak- anaknya, itu yang paling penting,” katanya, seraya mencontohkan kebiasaan orang timur yang memiliki tradisi bahwa pengasuhan anak menjadi tanggung jawab seorang ibu. Padahal ibu yang tengah mengandung selama sembilan bulan, melahirkan dan kemudian menyusui. Ini yang mesti di rubah.
“kita orang timur ini’ memang punya kebudayaan bahwa kebanyakan pengasuhan diberikan kepada ibu sehingga kami mau menginformasikan kepada kaum bapak untuk bisa terlibat dalam pengasuhan anak.
Ia mengingatkan, peran ayah tidak hanya mencari nafkah semata, tetapi juga bertugas membangun karakter anak. Untuk itu, GATI mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak.
Ia juga mengajak sosok ayah untuk sering berkumpul dan berbicara dengan anak di rumah, karena peran ayah sangat dibutuhkan dalam keluarga.
“Jadi, tidak ada lagi, anak setiap saat hanya memegang handphone atau bermain komputer, sosok ayah sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Menurutnya, gerakan ini merupakan bagian penting dari strategi pembangunan keluarga berkualitas.
Ia berharap, agar kegiatan ini kedepannya lebih banyak melibatkan kaum bapak. Karena Ayah itu sangat berperan penting dalam pertumbuhan anak.
Menurutnya peran seorang ayah itu sangat penting dalam rumah tangga. Bahwa dalam pengasuhan anak, bisa pada saat nanti menjadi ayah’ pada saat menikah menjadi Ayah bisa berperan dalam pengasuhan anak, bisa berperan domestik dengan isteri di rumah dan bisa jadi pelindung dan pendamping dan Ayah yang baik bagi anak dan istri.
Sementara itu, dalam rangka Sosialisasi Ayah Teladan dalam momentum memperingati hari “Ayah Nasional Tahun 2025”
Kegiatan ini menjadi sangat bermakna karena kita berkumpul dalam suatu tujuan, untuk menguatkan kembali peran seorang Ayah sebagai figur utama dalam ketahanan keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di provinsi Maluku yang kita harapkan bisa menjadi unggul. Atas nama perwakilan BKKBN provinsi Maluku saya menyampaikan apresiasi yang tulus, kepada bapak pastor, sebagai pastor Paroki Santa Maria Bintang Laut Benteng Ambon, kecamatan Nusaniwe kota Ambon, provinsi Maluku, yang telah memfasilitasi kegiatan kita pada saat ini.
Apresiasi juga saya sampaikan kepada kaum bapak Katolik dari Dewan Pastoral Paroki Santa MBL dan Paroki Hati Kudus Yesus, Batu Gantong Ambon, yang sudah berkenan membuka ruang bagi BKKBN untuk sama-sama membuka ruang membangun keluarga Katolik yang berkualitas, sehat dan sejahtera. Kerjasama lintas sektor ini antara sesama komunitas lintas keagamaan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya mencegah stunting, pembinaan keluarga dan penguatan ketahanan keluarga di provinsi Maluku.
“Tanggal 12 November 2025, bangsa ini memperingati momentum hari Ayah Nasional” momentum ini sebagai pengingat bahwa cinta, tanggung jawab dan pengorbanan seorang ayah, adalah pilar penting dalam kehidupan setiap anak dan keluarga dalam tradisi iman Katolik, sosok ayah dihadirkan sebagai teladan, figur Santo Yoseph yang dikenang karena keteguhan, keberanian dan kesetiaannya dalam mendampingi keluarga Kudus di Nazareth.
“Ia bekerja keras melindungi, mendidik dan menghadirkan kasih yang nyata tanpa banyak kata,” nilai-nilai itu sangat relevan bagi keluarga masa kini, ketika banyak tantangan yang dihadapi, seperti adanya perubahan sosial, tuntutan ekonomi dan perkembangan teknologi digital serta resiko kurangnya komunikasi dalam keluarga sampai pada ancaman stunting, dan kerentanan keluarga, karena itu BKKBN berkomitmen untuk menghadirkan program yang berbasis komunitas salah satunya adalah getekan Ayah Teladan Indonesia, “ujar Kepala BKKBN provinsi Maluku, dr Mauliwaty Bulo, M. Si, dalam sambutannya di hadapan para kaum bapak pada kegiatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Gereja Paroki Santa Maria Bintang Laut, Benteng, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (15/11/25).
Momentum hari Ayah Nasional ini, menjadi titik refleksi bahwa menjadi seorang ayah, bukan hanya status biologis, tapi juga menjadi penggilan hidup untuk menjadi pemimpin dalam keluarga, untuk mencintai dan mendampingi istri melindungi anak, dan menjadi teladan moral dalam keluarga.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau disingkat GATI ini merupakan suatu inisiatif nasional yang dipromosikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai upaya dalam menguatkan peran ayah dalam pengasuhan anak, mendorong keterlibatan laki-laki dalam pembentukan keluarga berkualitas, membangun budaya komunikasi positif dalam rumah tangga, mendukung percepatan penurunan stunting melalui keterlibatan ayah dalam seribu (1000) hari pertama kehidupan dan menumbuhkan spirit kepemimpinan keluarga yang bertanggung jawab setia dan penuh kasih.
“Gerakan ini menegaskan bahwa persoalan keluarga bukan hanya tugas ibu, melainkan tanggung jawab bersama antara suami dan juga isteri, “kata dr Mauliwaty Bulo, M.Si.
Keterlibatan ayah terbukti membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, memperkuat ekonomi keluarga, serta membangun karakter anak yang lebih konsisten. Dalam ajaran gereja seorang ayah dipanggil menjadi imam bagi keluarganya.
“Ini tidak hanya dimaknai sebagai pemimpin spiritual tetapi juga sebagai pribadi yang menghadirkan doa pengharapan dan teladan moral dalam tindakan sehari-hari, ” imbuhnya.
Seorang ayah yang hadir menyapa dengan kasih yang mendengarkan anak-anaknya, dan mendampingi istrinya dalam suka maupun duka itulah yang menjadikan keluarga itu kuat dan harmonis.
Maluku masi hadapi stunting yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan ayah memiliki peran penting dalam memastikan gizi keluarga yang terpenting, memastikan dan mendukung kesehatan ibu hamil, memberikan dukungan emosional dan materi bagi ibu menyusui dan pengambil keputusan yang berpihak pada kesehatan keluarga.
Keterlibatan ayah secara aktif, terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap program kesehatan ibu dan anak yang ada di masyarakat.(L05)





