AMBON, LaskarMaluku.com – Komisi II DPRD Kota Ambon bersama Dinas Pendidikan turun langsung melihat kondisi bangunan disekolah SMPN 13 Ambon yang memprihatinkan

Pasca viral di medsos terkait kondisi ruang belajar mengajar di SMP Negeri 13 Negeri Lama yang rusak parah dan tak layak digunakan

Dalam On The Spot yang dilakukan Selasa (21/10) tim yang dipimpin Ketua DPRD Kota Ambon dan Kadis Pendidikan itu mendapati 22 ruangan yang rusak parah.

LaskarMaluku

Mirisnya aktivitas belajar mengajar harus tetap dilakukan dibawah kondisi bangunan yang nyaris abruk pada bagian plafon.

“Hampir seluruh bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan berat. Plafon, atap, dan dinding sudah rapuh, sementara lantai di beberapa ruang kelas tampak hancur, dari 22 ruang yang rusak berat ada 7 kelas yang masih dipakai belajar, tapi plafonnya sudah hampir ambruk, sedihnya itu anak-anak mengeluh sambil menangis,”ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Dessy Hallauw kepada wartawan di Ambon Selasa (21/10).

Usut punya usut Sekolah tersebut ternyata sudah dua kali mengajukan permohonan Dana Alokasi Khusus (DAK) lewat sistem Dapodik guna rehabilitasi gedung yang rusak. Hanya saja pengajuan tersebut tak kunjung disetujui.

“Dari informasi pihak sekolah mereka sudah suka kali ajukan DAK untuk rehabilitasi, namun sampai saat ini tidak terrealisasi.

Mengingat Kota Ambon yang tak lagi mendapat DAK di tahun 2026 nanti, DPRD Kota Ambon akan mengusulkan anggaran rehabilitasi sekolah mengunakan Dana Bantuan Tak Terduga (BTT).

Hal ini dilakukan lantaran proses rehabilitasi gedung SMP 13 merupakan urgensi yang tidak dapat ditunda dan di anggarkan di tahun anggaran baru.

“Ketua DPRD dan Kadis Pendidikan sepakat mengambil langkah darurat perbaikan, mulai dari plafon dan atap sekolah. Untuk anggarannya menggunakan dana bantuan tak terduga (BTT) dari Pemerintah Kota Ambon, ” ungkapnya.

Untuk memperoleh kesepakatan, pihaknya akan mengagendakan rapat bersama Walikota Ambon.

“Rencana tersebut selanjutnya akan dibahas lebih lanjut bersama Wali Kota Ambon, agar penanganan bisa dilakukan segera tanpa menunggu tahun anggaran baru, ” ujarnya.(L06)