AMBON, LaskarMaluku.com – Provinsi Maluku berisiko tinggi terhadap Bencana, dimana Maluku saat ini berada pada peringkat pertama Provinsi dengan Indeks Risiko Bencana Tinggi se-Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Maluku John M. Hursepuny, AP., M.Si Rabu (23/7/2025) dalam paparan materinya dengan judul Risiko Bencana di Provinsi Maluku yang disampaikan dalam kegiatan Uji Publik Pedoman Penyusunan Rencana Kesiapsiagaan Logistik dan Peralatan Tahun 2025 yang dilaksanakan BNPB, di Santika Hotel Kota Ambon selama dua hari tanggal 23-24 Juli 2025.

Menurutnya, Maluku terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar: Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Posisi ini menjadikan Maluku sebagai wilayah yang sangat rawan gempa dan aktivitas vulkanik.

Hursepuny merincikan, presentase jenis bencana yang mendominasi di Maluku yakni, Banjir (39%), Tanah Longsor (23%),  Angin Putting Beliung (19%), Gempabumi (11%), Gelombang Pasang/Abrasi (6%), Kekeringan (1%) dan Kebakaran Hutan/Lahan (1%).

Kendati demikian, dirinya menjelaskan jika di Maluku terdapat 15 ancaman atau bahaya yang berpotensi terjadi, diantaranya Banjir,  Banjir Bandang, Cuaca Ekstrim, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Gempabumi, Likuefaksi, Kebakaran Hutan dan Lahan, Letusan Gunungapi Banda Api,  Letusan Gunungapi Wurlali, Kekeringan, Tanah Longsor, Tsunami, Epidemi dan Wabah Penyakit, Kegagalan Teknologi, Covid-19.

“Ancaman lain, 40% Tsunami di Indonesia berasal dari wilayah Maluku. Terdapat beberapa gunung api aktif, Bencana Hidrometeorologi yang selalu terjadi setiap tahun, banjir dan tanah longsor,”jelas Jhon Hursepuny seraya menambahkan dari 15 ancaman yang berpotensi terjadi semuanya berada pada kelas risiko tinggi, hanya ancaman Likuefaksi berisiko sedang, sementara epidemic, kegagalan teknologi dan Covid-19 berada pada kelas risiko sedang. (L02)

(a) Terdapat 15 jenis bahaya/ ancaman yang berpotensi terjadi

di Maluku (BNPB, KRB Maluku, 2022 – 2026)

(b) 40% Tsunami di Indonesia berasal dari wilayah Maluku;

(c) Terdapat beberapa gunung api aktif;

(d) Bencana Hidrometeorologi selalu terjadi setiap tahun

(banjir dan tanah longsor);