AMBON, LaskarMaluku.com – Sebagian bangunan Seminari di Desa Airlow Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, milik Keuskupan Amboina yang dikerjakan PT.Nailaka Indah terkena rembesan air saat hujan.

Proyek APBN yang dilelang Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) sejak tahun 2024 ini dikerjakan asal-asalan oleh PT. Nailaka Indah milik Mansyur dan telah diserahkan kepada pihak Keuskupan Amboina tertanggal 23 April 2025.

Bangunan seminari yang baru seumur jagung itu mengalami rembesan air saat hujan.

Hal ini diungkapkan Penanggung jawab Teknis Pelaksanaan Seluruh Pembangunan Keuskupan Amboina di Desa Air Louw, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, RD Agus Ulahayanan kepada media ini, Senin (21/7/2025) lalu.

Kendati gedung dua lantai ini berada pada tahap pemeliharaan sampai pada tahun 2026, namun ada keresahan dari pihak pengelolah lantaran gedung sudah selesai dikerjakan, tetapi kualitasnya bahan yang digunakan sangat diragukan.

Terbukti, beberapa ruangan mengalami rembesan, termasuk kusen pintu dan jendela yang sangat nampak dari bahannya tidak berkualitas.

Sumber media ini mengakui kalau ketika hasil peninjauan lapangan ditemukan beberapa kerusakan, namun pihak PT Nailaka langsung memperbaiki ketika disurati untuk memperbaiki konstruksi yang mengakibatkan rembesan air.

Pihak pengawas mengakui kalau proyek APBN Tahun 2024, senilai Rp 14 M itu terdiri dari aula, asrama, ruang genset, rumah pompa, ground water tank sama lanscape, (penataan kawasan)

“Desain master plan agak bagus hanya saja ruangan untuk pimpinan dan kantor tidak bisa disediakan terkendala efesiensi anggaran,” ungkap sumber di Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK).

Gedung lantai dua yang sudah diserahkan kepada pihak Keuskupan Amboina ini, terdiri dari 18 kamar tidur, sedangkan kamar untuk pembina dan pembantu tidak disediakan. 

Kendati belum digunakan, beberapa bagian dari gedung ini diperlukan perbaikan dan perawatan. (L05)