AMBON, LaskarMaluku.com — Pelayanan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Ambon kembali berjalan normal setelah ketersediaan blangko dipastikan aman.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, Hanny M.S. Tamtelahitu, saat diwawancarai di Balai Kota Ambon, Rabu (4/2).

Hanny menjelaskan, sejak Senin, 2 Februari, blangko KIA telah tersedia sehingga pelayanan pencetakan kembali dibuka bagi masyarakat.

Anak-anak yang sebelumnya telah mengajukan permohonan kini dapat langsung mengecek dan mengambil KIA mereka di Kantor Disdukcapil Kota Ambon.

“Sejak hari Senin kemarin pelayanan KIA sudah mulai berjalan. Sampai hari ini sudah lebih dari 200 KIA yang berhasil dicetak,” ujarnya.

Ia menambahkan, tersedianya blangko ini sekaligus menjawab kebutuhan KIA bagi anak-anak sekolah yang sebelumnya telah didata melalui program jemput bola Disdukcapil di sejumlah sekolah, namun sempat tertunda akibat keterbatasan blangko.

“Puji Tuhan sekarang sudah terjawab. Anak-anak yang kemarin kami data di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD, KIA-nya sudah bisa dicetak,” kata Hanny.

Program jemput bola tersebut sebelumnya dilaksanakan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, serta didampingi Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Ambon, Lenortjie Manusiwa, yang terlibat langsung dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Seluruh data anak-anak yang telah dikumpulkan kini tengah ditindaklanjuti secara bertahap oleh Disdukcapil.

Sementara itu, terkait pelayanan KTP elektronik, Hanny memastikan bahwa stok blangko masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Kendala yang sempat terjadi hanya pada ketersediaan ribbon atau tinta cetak, namun saat ini pengirimannya sudah dalam proses.

“Ribbon KTP memang sempat habis, tetapi informasinya satu sampai dua hari ke depan sudah tiba. Jadi pelayanan KTP elektronik segera kembali berjalan normal,” jelasnya.
Ia juga menyinggung rencana lanjutan program jemput bola perekaman KTP-el di kelurahan dan desa.

Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi anggaran dan situasi daerah.
“Program jemput bola ini rutin dilakukan setiap tahun. Tahun lalu sudah dilaksanakan di banyak kelurahan dan desa sesuai permintaan.

Untuk tahun ini kita lihat dulu kondisi. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan ada perbaikan sehingga program tersebut bisa kembali dijalankan,” tutup Hanny.

Disdukcapil Kota Ambon mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan administrasi kependudukan yang tersedia serta terus memantau informasi resmi terkait jadwal dan mekanisme pelayanan.(L06)