AMBON, LaskarMaluku.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung berbagai program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon yang dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan BAZNAS Kota Ambon Awards Tahun 2026 di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Senin (18/2).

Menurut Wattimena, dalam arahan Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, terdapat sejumlah program prioritas yang wajib didukung pemerintah daerah.

“Di antaranya MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Garuda, serta gerakan ASRI yang telah dicanangkan Bapak Presiden,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Terkendala Lahan
Ia menjelaskan, beberapa program telah mulai ditindaklanjuti, termasuk memfasilitasi pelaksanaan MBG dan inisiatif strategis lainnya. Namun, untuk program Sekolah Rakyat, Pemkot Ambon masih menghadapi kendala ketersediaan lahan.

“Kita belum bisa laksanakan Sekolah Rakyat karena lahan belum tersedia. Tetapi yang lain kita berusaha penuhi, termasuk mendukung Gerakan ASRI,” tegasnya.

Luncurkan Gerakan “TAMBAHAN”
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap Gerakan ASRI, Pemkot Ambon akan meluncurkan Gerakan “TAMBAHAN” yang dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional.
TAMBAHAN merupakan akronim dari:
TA: Kota Ambon
B: Bersih
A: Asri
H: Hijau
AN: Nyaman

“Kali ini Kota Ambon bikin gerakan tambahan untuk mendukung Gerakan ASRI. Kota Ambon harus Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman,” tegasnya.

Dalam implementasinya, seluruh instansi pemerintah maupun swasta akan diminta memilih hari Jumat atau Sabtu untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor dan sekitarnya. Surat edaran resmi akan segera diterbitkan.

“Minimal bersihkan lingkungan kantor masing-masing. Ini gerakan bersama,” ujarnya.

Selain kerja bakti, Pemkot Ambon juga mencanangkan gerakan penghijauan dengan menanam sedikitnya 5.000 hingga 10.000 pohon Gadihu, tanaman endemik Maluku yang dinilai cocok menghiasi ruang publik Kota Ambon.
Wali Kota meminta seluruh ASN berpartisipasi aktif.

“Saya minta satu orang ASN satu pohon Gadihu. Jadikan ini hadiah satu tahun kepemimpinan saya bersama Ibu Wakil Wali Kota,” katanya.

Bibit Gadihu akan ditanam terlebih dahulu dalam polibag hingga berakar sebelum dipindahkan ke taman dan ruang publik. Dinas Pertanian akan membantu penyediaan polibag bagi ASN yang membutuhkan.

Dengan jumlah ASN sekitar 7.000 orang, ia optimistis target minimal 5.000 pohon dapat tercapai, bahkan terlampaui. Negeri Soya disebut telah menyumbangkan 500 pohon Gadihu dan tengah mempersiapkan tambahan bibit.

Wattimena menegaskan, ke depan Pemkot tidak lagi bergantung pada pembelian tanaman hias dari luar daerah.

“Bunga dari luar datang tanam lalu mati. Lebih baik kita tanam Gadihu yang memang tanaman endemik Ambon dan Maluku supaya menghiasi sudut-sudut kota,” ujarnya.

Tak hanya Gadihu, dalam empat tahun sisa masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Pemkot Ambon menargetkan penanaman sedikitnya 5.000 pohon produktif seperti mangga dan rambutan.

Dinas Pertanian bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) akan berkoordinasi untuk memperoleh bantuan bibit, termasuk tanaman berumur panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita tanam pohon yang bisa berbuah dan hasilnya bisa dibagi ke desa dan kelurahan di Kota Ambon,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Gerakan TAMBAHAN merupakan keputusan strategis yang harus didukung seluruh jajaran.

“Mau setuju atau tidak setuju, ini sudah saya putuskan. Namanya gerakan tambahan, jadi ikut saja. Maksudnya baik: Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman,” tegas Wattimena.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Ambon berharap tercipta budaya kolektif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus menjadikan Ambon sebagai kota yang nyaman dihuni, berkelanjutan, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.(L06)