Ambon,LaskarMaluku.com — Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) mulai melakukan uji coba optimalisasi sistem CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) di sejumlah titik strategis dan rawan aktivitas publik.
Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan serta mendukung penanganan gangguan ketertiban secara cepat dan akurat. Hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfosandi Kota Ambon, Dr. Ronald H. Lekransy, Rabu (4/2).
Ronald menjelaskan, beberapa lokasi yang telah dipasangi dan diuji coba CCTV berbasis AI antara lain Jalan Telukabessy dan Bank Sampah Batu Merah.
Menurutnya, uji coba ini dilakukan bukan karena keterbatasan kualitas perangkat, melainkan untuk mengoptimalkan fungsi CCTV yang sudah tersedia.
“Perangkat CCTV yang kita miliki sebenarnya sudah sangat baik. Saat ini yang dilakukan adalah optimalisasi fungsi melalui integrasi teknologi AI, sehingga sistem pengawasan menjadi lebih cerdas dan otomatis,” ujar Ronald.
Dengan penerapan teknologi AI, CCTV tidak hanya merekam visual, tetapi juga mampu melakukan pelacakan aktivitas secara otomatis, termasuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas dan potensi gangguan ketertiban umum.
“Misalnya pelanggaran parkir di badan jalan, pengendara yang melawan arus, atau aktivitas lalu lintas yang tidak sesuai aturan, itu dapat langsung terdeteksi dan terekam oleh sistem,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ronald mengungkapkan bahwa CCTV berbasis AI juga dilengkapi sensor analitik yang mampu membaca dinamika sosial di ruang publik.
Apabila terdeteksi adanya kerumunan besar yang berpotensi menimbulkan konflik, sistem akan memberikan peringatan dini (early warning system) kepada petugas terkait.
“Sensor AI ini bisa memberikan tanda awal jika muncul potensi konflik. Informasi tersebut dapat tampil di dashboard CCTV, bahkan langsung dikirim ke perangkat berbasis Android milik petugas di lapangan,” katanya.
Tak hanya mendukung aspek keamanan, teknologi AI ini juga dimanfaatkan untuk pengelolaan layanan publik, salah satunya dalam pemantauan bank sampah.
Ketika kapasitas penampungan sampah telah penuh, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi agar segera dilakukan penanganan.
“Teknologi AI membantu mempermudah tugas manusia. Jika sebelumnya pengawasan sangat bergantung pada kehadiran petugas, kini setelah jam kerja pun pengawasan tetap berjalan otomatis sepanjang malam,” tambah Ronald.
Ia menegaskan, sesuai arahan Wali Kota Ambon, ke depan Pemerintah Kota akan memperluas pemasangan CCTV berbasis AI di wilayah-wilayah yang selama ini dikenal memiliki potensi konflik, guna memperkuat pengawasan dan meningkatkan respon cepat aparat terkait.
Ronald juga menilai kehadiran CCTV di ruang publik memiliki efek pencegahan terhadap perilaku menyimpang di masyarakat. Namun demikian, ia menekankan bahwa tujuan utama penerapan teknologi ini bukan semata-mata untuk pengawasan.
“Ini bukan hanya soal CCTV atau teknologi, tetapi tentang membangun kesadaran masyarakat. Ketertiban dan keamanan akan tercipta jika seluruh pihak memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(L06)
