AMBON, LaskarMaluku.com – Hari Raya Besar Gerejawi (PHRG) Jemaat Silo Klasis Kota Ambon menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan warga Muslim di kawasan Diponegoro, Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat hubungan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di daerah tersebut,Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Huda,Senin (9/3)sore

Ketua Panitia Hari Raya Besar Gerejawi (PHRG) Jemaat Silo, Yancy Latupeirissa, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini digagas sebagai bentuk upaya menjaga dan mempererat hubungan “orang basudara” yang telah terjalin sejak lama di tengah masyarakat.

Menurutnya, tradisi kebersamaan antara warga jemaat Gereja dan masyarakat Muslim di kawasan Diponegoro telah dibangun oleh orang tua-tua sejak puluhan tahun lalu dan perlu terus dipelihara oleh generasi saat ini.

“Kegiatan ini semata-mata untuk menjalin hubungan orang basudara, ade-kaka, yang telah dilakukan oleh orang tua-tua kita sejak dahulu kala,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota Ely Toisuta yang telah memberikan dukungan penuh bagi terselenggaranya kegiatan ini,” kata Yancy.

Ia berharap kebersamaan yang terjalin
tidak hanya terlihat pada kegiatan seremonial semata, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Ambon yang aman, nyaman, dan kondusif.

Sementara itu, Ketua Klasis Kota Ambon dari Gereja Protestan Maluku, Pendeta Elrianton Muskitta, mengaku bersyukur dapat hadir di tengah masyarakat Diponegoro yang terus menjaga hubungan persaudaraan antarumat beragama.

Ia juga menyampaikan doa bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa agar diberikan kelancaran serta keberkahan dalam setiap usaha dan aktivitas.

“Kita terus menjaga hubungan kekeluargaan sebagai orang basudara serta berdoa agar Kota Ambon tetap hidup dalam kedamaian,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Diponegoro, Ahli Ohorela. Ia menilai kegiatan buka puasa bersama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga toleransi antarumat beragama.

Menurutnya, pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi di masa lalu harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Kita harus menjaga kebersamaan ini dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PHRG Jemaat Silo yang telah menginisiasi kegiatan kebersamaan lintas agama tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan antarumat beragama di Ambon bukan sekadar simbol atau seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebersamaan ini harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya saat acara seperti ini. Nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan oleh orang tua-tua kita harus terus dijaga,” katanya.

Menurutnya, tradisi saling mengunjungi saat perayaan hari besar keagamaan seperti Ramadan maupun Natal merupakan warisan kebersamaan yang perlu terus dipelihara oleh generasi muda.

Wakil Walikota juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks atau isu yang dapat memecah belah persatuan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kedamaian serta mendukung program Pemerintah Kota Ambon, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Kota Ambon adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga persaudaraan ini, saling menopang, saling mendoakan, serta menjaga kota ini tetap aman, nyaman, dan damai,” pungkasnya.(L06)