Ambon,LaskarMaluku.com – Ely Toisutta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan, melalui pengawasan langsung di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan Ely saat diwawancarai di Balai Kota Ambon, Jumat (13/2), usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah dan dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung di sekolah dan fasilitas pelayanan publik merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan mutu layanan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan pendidikan yang diterima anak-anak kita adalah pelayanan yang bermutu, termasuk infrastruktur dan pendistribusian guru. Begitu juga pelayanan kesehatan di puskesmas, tenaga kesehatan, obat-obatan, semuanya harus maksimal,” ujarnya.

Ely menegaskan, sidak dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu agar kondisi di lapangan terlihat apa adanya.

“Kalau ada pemberitahuan, semuanya sudah dirapikan. Jadi setiap sidak yang dilakukan tidak pernah ada pemberitahuan terlebih dahulu,” tegasnya.

Dalam peninjauan ke beberapa dapur MBG, ia menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi. Mulai dari porsi makanan yang dinilai terlalu sedikit, tampilan makanan yang kurang menarik untuk siswa sekolah dasar, hingga temuan makanan kedaluwarsa.

“Kami juga mendapati ada makanan yang sudah kedaluwarsa. Ini tentu menjadi perhatian serius dan sudah kami evaluasi bersama kepala SPPG dan petugas gizi,” ungkapnya.
Distribusi dan Kualitas Makanan Disorot

Selain kualitas makanan, Ely juga menyoroti persoalan distribusi yang belum sinkron dengan jam belajar siswa. Di salah satu sekolah, makanan MBG justru tiba saat siswa sudah pulang.

“Ini harus disinkronkan. Jangan sampai makanan datang ketika anak-anak sudah tidak ada di sekolah,” katanya.

Ia juga menerima masukan langsung dari para siswa, seperti keluhan nasi yang lembek, bau pada wadah makanan (ompreng), serta rasa sayur yang kurang enak.

“Masukan polos dari anak-anak ini penting. Kita harus awasi dan beri teguran kepada pengelola dapur,” ujarnya.

Pengelolaan limbah dapur turut menjadi sorotan. Dalam sidak, ditemukan sampah dapur yang masih menumpuk hingga pukul 10.00 WIT, menandakan belum dibuang sejak malam sebelumnya.

“Ini menjadi perhatian. Kami sudah koordinasi agar sampah dapur MBG dikelola lebih baik dan diangkut oleh dinas kebersihan sesuai mekanisme retribusi,” jelas Ely.

Selain itu, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di beberapa dapur dinilai masih perlu pembenahan, meski secara umum kondisi dapur dinilai cukup layak.

Ely menegaskan, pengawasan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, sekaligus memastikan program MBG tidak hanya bersifat seremonial.

“Kami ingin memastikan makanan yang disajikan benar-benar sesuai standar gizi dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” tegasnya.

Beberapa lokasi yang telah ditinjau antara lain dapur MBG di kawasan belakang Kantor PLN Diponegoro, Poka, dapur di Sekolah Cendekia, serta SD Xaverius.

Ke depan, Pemerintah Kota Ambon akan berkoordinasi dengan Satgas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG di kota ini.

“Pengawasan akan terus kami lakukan. Tujuannya jelas, agar program ini benar-benar berkualitas, sehat, dan bermanfaat bagi anak-anak Kota Ambon,” tutup Ely.(L06)