JAYAPURA, LaskarMaluku.com – Di Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, perubahan cara bertani kini terasa nyata. Dulu, Kelompok Pelita Jaya Makmur harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyiram tanaman secara manual. Kini, dengan sistem sprinkler otomatis berbasis listrik dari program Electrifying Agriculture yang digagas PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA), penyiraman cukup dilakukan dalam hitungan menit.

Program ini hadir bukan sekadar bantuan, tetapi solusi berbasis kebutuhan. Berangkat dari tantangan rendahnya produktivitas dan tingginya inflasi pangan serta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan Papua mencapai 7,2% pada tahun 2023, sehingga PLN UIP MPA mengembangkan learning farm sebagai pusat pelatihan pertanian modern bagi warga.

Hasilnya mulai terlihat: tanaman lebih subur, penggunaan air lebih efisien, dan panen menjadi lebih stabil. Dampak langsungnya, pendapatan petani pun meningkat.

Marthen Luter Norotouw, Ketua Kelompok Tani Pelita Jaya Makmur, merasakan perubahan tersebut secara langsung.

“Dulu kami menghabiskan waktu untuk menyiram dari pagi sampai siang, tapi hasil belum tentu bagus. Sekarang lebih cepat, air juga tidak terbuang, dan tanaman tumbuh lebih merata,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga membuka wawasan baru bagi petani Kelompok Pelita Jaya Makmur.

“Kami bukan hanya dibantu alat, tapi juga diajarkan cara bertani yang lebih baik. Jadi kami bisa lanjut sendiri ke depan,” kata Marthen.

Pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan. Masyarakat dilibatkan sejak perencanaan hingga pengelolaan, sehingga muncul rasa memiliki dan kemandirian. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Cenderawasih, turut memperkuat transfer pengetahuan.

Kini, Waibron tidak hanya dikenal sebagai penghasil panen, tetapi juga sebagai bukti bahwa penerapan teknologi sederhana yang tepat sasaran dan partisipatif dapat menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (L02)