AMBON, LaskarMaluku.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) DPRD provinsi Maluku, Welem Daniel Kurnalla mengungkapkan, dari hasil pengawasan pihaknya di beberapa kabupaten/kota, ditemukan banyak masalah yang mesti diselesaikan oleh pemerintah provinsi Maluku.

“Banyak masalah yang terjadi di beberapa desa khususnya di Maluku Tenggara dan Kabupaten Aru. Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tidak normatif saat bulan puasa, siswa hanya dapat dua buah roti sama telur, padahal dalam perjanjian itu jatahnya makanan yang diperoleh siswa adalah makanan empat sehat lima sempurna, eh malah roti yang dikasih,”Sesal Kurnalla yang juga wakil rakyat dari dapil enam (6) meliputi kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Aru dan kota Tual ini.

Bukan hanya persoalan MBG tetapi masalah lain yang menjadi kerumitan selama ini adalah problem pendidikan dan masalah kesehatan yang juga menjadi sorotan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo provinsi Maluku ini.

Menurut Welem Kurnalla, problem pendidikan menjadi sebab utama, dimana TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) berupa tunjangan kinerja yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada ASN (PNS dan PPPK) di luar gaji pokok, berdasarkan beban kerja, prestasi kerja, atau kondisi kerja, selama beberapa tahun terakhir ini belum juga diterima.

Padahal TPP bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan disiplin pegawai. Lantaran itu saat proses pengawasan di kabupaten Aru, para pendidik ini berharap agar pemerintah provinsi melalui dinas pendidikan dan dan BKD segera membayar hak-hak mereka.

“Dimana TPP guru-guru SMA, SMK dan sederajat di kabupaten Aru, dalam beberapa tahun ini belum dibayar, ini menjadi perhatian bersama kita, belum dari sisi kesehatan,” ujar Kurnalla, sembari menambahkan, kalau TPP sebagaimana diatur pada PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Penerima: Pegawai ASN (PNS dan PPPK) di instansi Pemerintah Daerah besarannya bervariasi, tergantung kemampuan keuangan daerah dan kriteria penilaian baik berupa beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja, dan pertimbangan objektif lainnya.

Kekurangan Tenaga Dokter

Menurut Welem Daniel Kurnalla, sejumlah Puskesmas dan Pustu di Malra dan Aru belum memiliki dokter, akibatnya ketika warga masyarakat menderita sakit, kesulitan untuk berobat, ditengah kondisi geografis kita yang kebanyakan pulau-pulau.

“Ini yang mesti kita pikirkan bersama untuk memecahkan problematika masalah kesehatan pada daerah antar pulau ini. Artinya sebelum pasien diantar menuju suatu rumah sakit setidaknya tersedia obat-obatan pada puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) atau pusat pelayanan terpadu (Pustu) untuk penanganan sementara sebelum pasien dilarikan ke rumah sakit,  fakta yang kita dapat, obat samasekali tidak ada,”ungkap Kurnalla, kepada awak media di gedung aspirasi rakyat Karang Panjang (Karpan) Ambon, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, beberapa desa yang tim temui saat pengawasan tersebut adalah dimana posyandu dan puskesmas ini tak miliki mantri dan atau para bidang; sama halnya dengan ketersediaan obat-obatan.

Masalah-masalah yang ditemukan di lapangan itu bakal menjadi catatan-catatan khusus yang akan dibicarakan lebih lanjut usai pelaksanaan reses berikutnya.

“Sekembalinya reses tahap kedua, maka kita akan membuat evaluasi secara keseluruhan; baik pendidikan, kesehatan dan TPP. Ini menjadi suatu temuan yang harus disikapi dan dimasukkan kedalam daftar isian masalah atau disingkat DIM,”tegas Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) DPRD Maluku ini.

Semua temuan dari pelaksanaan pengawasan maupun reses tahap kedua nanti, akan dikumpulkan  dari semua Fraksi guna dijadikan sebagai daftar isian masalah.

“Intinya adalah LKPJ berisi laporan kinerja pelaksanaan APBD, kebijakan, serta urusan pemerintahan untuk dievaluasi dan mendapatkan rekomendasi perbaikan dari DPRD dan jika memungkinkan Tim Pansus LKPJ merekomendasikan, para OPD provinsi Maluku yang tidak membuat perubahan signifikan, diusulkan supaya digantikan. Kita nantikan,’tutup Kurnalla. (L05)