AMBON, LaskarMaluku.com – Perwakilan BUMN Krakatau Steel di Maluku Costansius Kolatfeka memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa karena memberikan perhatian serius serta mendorong percepatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan terluar).
Apalagi, Maluku merupakan daerah kepulauan dengan cuaca yang cukup ekstrim, sehingga pembangunan SPPG sangat penting untuk pemenuhan gizi bagi anak sekolah, lansia dan penyandang disabilitas melalui Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepada pers di Ambon, Jumat (27/2/2026), Kolatfeka mengatakan, pembangunan SPPG di daerah terpencil bertujuan untuk mengatasi kesenjangan gizi dan memastikan akses makan bergizi gratis mencapai wilayah yang sulit dijangkau.
“SPPG merupakan ujung tombak operasional lapangan dalam program strategis nasional unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto guna menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,”kata Kolatfeka yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Seram Bagian Timur (SBT) ini.
Sius sapaan akrab Costansius Kolatfeka mengaku jika dirinya baru kembali dari 8 kabupaten/kota guna melakukan koordinasi dengan Bupati dan Satgas Percepatan SPPG terpencil.
Dikatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) mempunyai skema pembiayaan tersendiri khususnya di daerah terpencil, karena daerah pegunungan, lembah bahkan pesisir, sehingga BGN memberikan insentif lebih sebagai bentuk penghargaan bagi investor yang membangun dapur-dapur MBG di daerah-daerah terpencil.
“Oleh sebab itu, BGN membuka ruang seluas-luasnya untuk siapa saja bisa berpartisipasi dalam program strategi nasional pembangunan dapur-dapur MBG khususnya di daerah terpencil,”ungkapnya.
Pangan Lokal Dukung MBG
Kolatfeka menambahkan, pangan lokal berperan krusial dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyediakan bahan baku segar, bergizi, dan bernutrisi secara berkelanjutan, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Lantaran itu, dirinya menghimbau agar masyarakat bisa membentuk kelompok-kelompok dan memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menghasilkan pangan lokal dalam mendorong program MBG.
“Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan penguatan pangan lokal sebagai strategi utama agar program ini tidak hanya menyehatkan anak sekolah, balita, dan ibu hamil, tetapi juga memberdayakan ekonomi komunitas lokal,”ungkap Kolatfeka.
Senada dengan Kolatfeka, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanian se Provinsi Maluku, di Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (27/2/2026) mengatakan, Pembangunan pertanian di Maluku mesti ditempatkan sebagai program strategis daerah yang dikerjakan secara terpadu dari hulu sampai ke hilir.
Menurut Gubernur, beberapa program prioritas nasional pembangunan pertanian yang harus menjadi perhatian bersama antara lain adalah dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan pasokan bahan pangan pertanian khususnya di masing-masing daerah kabupaten/kota.
Karena itu, Gubernur meminta Dinas Pertanian kabupaten/kota dan Bappeda, untuk membuat perencanaan pembangunan pengembangan pangan lokal yang bisa dilakukan secara massif, sehingga bisa mensupport MBG dan juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (L02)




