AMBON, LaskarMaluku.com – Yayasan Bintang Timur Tarekat Maria Mediatrix (TMM) Sub Perwakilan Ambon, melaksanakan pawai karnaval dalam memperingati pesta pelindung Yayasan Persekolahan Maria Mediatrix yang dirayakan setiap tanggal 25 Maret.

Pawai karnaval diiringi Marching Bend gabungan SMA dan SMP Maria Mediatrix. Start diawali dari halaman gereja Maria Bintang Laut, melintasi jalan Mailhollo, jalan dokter Kayadoe, turun tugu Dolan, kemudian melintasi jalan nona Saar Sopacua hingga finish di kompleks persekolahan Maria Mediatrix di Soakacindan Benteng Ambon.

Sebelum pawai karnaval dilaksanakan, yayasan Bintang Timur Sub Perwakilan Ambon melaksanakan rekoleksi sama dua hari yakni Senin 23 – hingga Selasa 24 Maret 2026.

Rekolekai dibawakan oleh Pembina yayasan Bintang Timur, Suster Epifany Ongirwalu TMM yang juga pimpinan Tarekat dan Suster Petra Orun TMM. Kemudian pada pesta sukacita dirangkaikan dengan misa syukur 25 Maret 2026 tentang “Kabar Sukacita”  yang membawa harapan dan keselamatan bagi umat manusia.

Gereja Katolik juga memperingati peristiwa penting yang sarat makna iman, yakni saat Allah menyatakan rencana keselamatan-Nya kepada manusia. Kabar sukacita ini menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu hadir dan bekerja dalam hidup setiap orang, bahkan dalam situasi yang tak terduga.

Pastor Paroki Santa Maria Bintang Laut Benteng Ambon, RD Amandus Oratmangun dalam homilinya mengawali dengan sekilas sejarah berdirinya kota Ambon yang dikaitkan dengan peristiwa Maria Menerima Kabar Gembira (“Kabar Sukacita”) dari Malaikat Gabriel.

Gereja Katolik memperingati Hari Raya Kabar Sukacita dan umat Katolik menghormati Bunda Maria sebagai Bunda yang melahirkan, merawat, dan membesarkan Yesus, Penyelamat Dunia.

Setiap tanggal 25 Maret Gereja Katolik di Keuskupan Amboina mendoakan kota Ambon ini sebagai peringatan hari lahirnya kota Ambon yakni pada setiap tanggal 25 Maret.

Fakta sejarah ini berdasarkan pada Khabar sukacita yang dibawakan oleh malaikat Gabriel kepada  bunda Maria (ibu Yesus)

Bukan tanpa alasan Portugis memilih 25 Maret untuk pembangunan Benteng Anunciada. Dalam Antropologi negeri yang berabad-abad tunduk pada Kepausan Roma, maka filsafat sosial Portugis tak bisa dilepaskan dari spritualitas Kekatolikan. Antropologi populer menyatu dalam filsafat sosial ini: “Jika bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sialah orang membangunnya!” Keyakinan antropologis ini nyata dalam praktik kaum Portugis yang menyelaraskan pembangunan pada perayaan-perayaan keagamaan (H. Jacobs 1974; 1980).

Dalam penanggalan liturgi Katolik, 25 Maret merupakan Pesta Bunda Maria Diberi Kabar oleh Malaikat Gabriel tentang kelahiran Yesus. Umat Katolik secara universal merayakan pesta 25 Maret sebagai Hari Anunciada (Announcement, Ing.). Bukan hari “Kenaikan” seperti diberitakan banyak buku dan koran! Momen Anunciada (= pemberitaan kabar) inilah yang dipilih kaum Portugis untuk menandai berdirinya benteng masyhurnya dengan nama Nossa Senhora da Anunciada.

Senhora berarti nyonya, siti, ratu atau bunda. Anunciada artinya ‘Kabar yang Diberitakan’, sedangkan Nossa merujuk pada kepemilikan kata ganti orang: “milik kita”. Ia lalu berarti “Benteng Siti (Bunda) Kita yang Diwartakan Kabar Gembira.” Dalam penanggalan liturgis Katolik, 25 Maret tertulis Perayaan Maria Diberi Kabar (Anunciada Day).

Dasar antropologis ini nampak dalam pembangunan benteng-benteng di Maluku. Benteng João Bautista (St. John) dibangun tahun 1522 di Ternate dengan memilih hari perayaan St. Johanes Pembaptis yang jatuh pada 24 Juni.

Oleh Panglima Ternate António de Britto, benteng ini disebut Nossa Senhora del Rosario (Benteng Ratu Rosario), yang kelak menjadi Benteng São Paolo. Portugis mendirikan juga benteng Dos Reis Magos (Tiga Raja/Majus Bijaksana) di Tidore pada 6 Januari 1576 mengikuti perayaan liturgis “Tiga Raja dari Timur Mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem.” Pesta ini jatuh pada 6 Januari. Karenanya, dapat dipahami bahwa Portugis menempatkan hari berdirinya Nossa Senhora da Anunciada pada 25 Maret (1576) sebagai Anunciada Day (H. Jacobs, 1974).

RD Man Oratmangun saat menyampaikan Homilinya

Dengan dasar antropologi ini, maka Kota Ambon tahun ini merayakan hari jadi ke-450 pada 25 Maretz 2026 ini.

Secara internal Katolik, sebagaimana dirintis Uskup Emeritus Amboina Mgr. Andreas Sol MSC, Umat Katolik menjadikan 25 Maret sebagai hari doa bagi Kota Ambon. Dengan merujuk makna Da Anunciada, Uskup Sol memandang tiada alasan untuk tidak menempatkan Bunda Maria sebagai pelindung Kota Ambon (di lingkup Katolik).

Itu alasannya bahwa pemimpin paroki Gereja Bintang Laut di Benteng Soakacindan, Pastor Yoppy Sumakud MSC bersama panitia pembangunan, meletakkan arca Bunda Maria di puncak Gereja.

Acara pentahtahan patung Maria itu dilaksanakan secara meriah dengan prosesi arca dari Gereja Katedral St. Fransiskus Xaverius menuju Gereja MBL Soakacindan pada 9 Oktober 2005. Simbolisasi ini merujuk pada spiritualitas perlindungan Bunda Maria atas kota Ambon.

Tapi hari ini juga, merayakan pelindung dari Tarekat Maria Mediatrix (TMM) kiranya menjadi khabar gembira bagi gereja, bagi dunia, sekaligus menjadi sumber sukacita bagi dunia ini melalui karya-karyanya di dunia pendidikan. Artinya TMM, benar-benar hadir, untuk mewartakan suara Allah, pesan Allah untuk membawa Khabar sukacita bagi orang-orang yang ada disekitar tarekat ini.

Teristimewa bagi mereka yang dilayani jadi ketika kita ada bersama anak-anak sekolah, anak-anak di panti asuhan atau mungkin, atau kunjungan pastoral di paroki maupun di stasi yang kita bawa dalam Khabar sukacita.

Kabar gembira yang Tuhan berikan kepada umat manusia melalui warta sukacita.

“Kita ini hanya perantara dari kabar sukacita ini, oleh karena itu, mari kita berikan yang terbaik begitupun Yayasan Bintang Timur, mewartakan kabar gembira bagi anak-anak kita, bagi para guru kita, sehingga setiap orang yang datang kesana itu merasa gembira, setiap orang yang bersekolah disana itu merasa sukacita, setiap orang yang datang bersekolah disana itu merasa diteguhkan, setiap orang yang datang berkunjung ke sekolah ini, merasa imannya disegarkan,” pinta RD Man sembari menekankan pada aspek pendidikan hendaknya para guru tampil sebagai pewarta sukacita.

Pastor Man menambahkan, setiap orang yang benar-benar hidup dalam lingkungan sekolah ini mereka tampil dengan menyampaikan kabar sukacita bisa membawa optimisme, bagi orang-orang yang datang kesana.

“Kita diberikan tugas melakukan hanya yang Tuhan kehendaki, seperti Bunda Maria yang datang melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki. Sukses itu anugerah Tuhan, kalaupun kita sudah berusaha kemudian belum maksimal, itu adalah kehendak Tuhan, tetapi yang harus kita lakukan adalah mari kita berikan yang terbaik,”ungkap RD Oratmangun.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bintang Timur, Suster (Sr) Veronika Lamere, TMM mengatakan, tujuan dilaksanakan rekoleksi itu, agar tahun ajaran baru nanti, ada semangat baru dalam proses belajar mengajar yakni upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada persekolahan yayasan Bintang Timur khususnya yang berada di wilayah kota Ambon dan Masohi-Maluku Tengah.

“Kami berharap dengan adanya rekoleksi ini menjadi tekad bersama baik yayasan para guru mulai berdisiplin diri dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan para guru yang mengabdi dibawah yayasan Bintang Timur,” kata Sr Veronika Lamere TMM, Ketua Yayasan Bintang Timur Tarekat Maria Mediatrix TMM Ambon, Rabu (25/03).

Ia juga mengungkapkan, kalau suster pembina menekankan pentingnya semangat baru pada proses pendidikan di tahun ajaran baru, sehingga dengan demikian, orang tidak memandang sebelah mata pendidikan pada yayasan Bintang Timur TMM Ambon. Dan itu diwujudkan pada penandatangan komitmen bersama para kepala sekolah, pihak yayasan dan pembina yayasan yang dalam hal ini Suster Epifany Ongirwalu yang juga sekaligus sebagai pimpinan Umum TMM.

“Jadi penandatanganan komitmen bersama itu antara lain peningkatan kualitas pendidikan, disipilin mengajar, disiplin waktu termasuk disiplin masuk sekolah,” ujar Sr Veronika.

Untuk mendukung meningkatkan kualitas pendidikan pada yayasan Bintang Timurz maka berbagai strategi akan dilakukan oleh pembina yayasan yakni dengan melibatkan sumber daya manusia SDM dari kalangan para suster TMM yang berprofesi guru S1, S2 dan strata 3, termasuk SDM dari luar sekolah.

Untuk diketahui Tarekat Maria Mediatrix TMM melaksanakan dua hari rekoleksi yakni; Senin dan Selasa 23-24 Maret 2026.

Rekoleksi tersebut melibatkan 43 peserta terdiri dari para Kepala Sekolah, para dewan guru, tatalaksana dan pihak operator sekolah baik dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA dibawah yayasan pendidikan Bintang Timur, Tarekat Maria Mediatrix Ambon. (L05)