HALMAHERA UTARA, LaskarMaluku.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) kembali mencatatkan kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah timur Indonesia. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tobelo berkapasitas 30 MW yang terdiri dari PLTMG Tobelo 10 MW dan PLTMG Tobelo-2 20 MW resmi memasuki tahapan First Smoke pada Sabtu (14/2).
Tahapan First Smoke merupakan salah satu milestone penting dalam proses pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar bio solar dan gas. Pada tahap ini dilakukan pengoperasian awal mesin pembangkit sehingga sistem mulai menghasilkan gas buang (asap) melalui cerobong. Proses ini menandai bahwa instalasi utama pembangkit, termasuk sistem mesin, sistem bahan bakar, dan sistem pembuangan telah terpasang dengan baik dan siap memasuki tahapan pengujian lanjutan sebelum commissioning.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua (UPP MPA) 2, Sugeng Santoso, menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan First Smoke menjadi indikator penting bahwa pekerjaan konstruksi dan instalasi peralatan utama pembangkit telah berjalan sesuai rencana.

“Pelaksanaan First Smoke pada PLTMG Tobelo 10 MW dan Tobelo-2 20 MW merupakan tahapan krusial yang menandai kesiapan awal unit pembangkit untuk memasuki proses pengujian berikutnya. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tim PLN, kontraktor, konsultan pengawas hingga seluruh stakeholder yang mendukung kelancaran proyek,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan bahwa pembangunan PLTMG Tobelo dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Halmahera Utara dan sekitarnya, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, sektor usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan First Smoke ini melibatkan berbagai pihak, antara lain PLN UIP MPA dan PLN UPP MPA 2, PLN UP3 Tobelo, PLN ULPLTD Tobelo, PLN ULP Tobelo, PLN Pusmanpro, PLN Pusertif, dan Konsorsium PT Adhi Karya dan Korea Electric Power Corporation (KEPCO) serta dukungan dari berbagai stakeholder terkait yang memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan, mutu, dan rencana.
General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menegaskan bahwa keberhasilan tahapan First Smoke menjadi bukti komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Maluku Utara.
“First Smoke PLTMG Tobelo merupakan milestone penting dalam perjalanan proyek menuju tahap pengoperasian. PLN berkomitmen untuk terus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan, kualitas, dan tata kelola proyek yang baik sehingga pembangkit ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nur.
Lebih lanjut, Nur menekankan bahwa keberadaan PLTMG Tobelo dengan total kapasitas 30 MW akan menjadi tambahan pasokan listrik yang strategis untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Halmahera Utara dan sekitarnya.
“Dengan bertambahnya kapasitas pembangkit ini, kami berharap sistem kelistrikan di wilayah Tobelo dan sekitarnya akan semakin andal, sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pengembangan kawasan industri di Maluku Utara,” tambahnya.
PLN UIP MPA akan terus mengawal penyelesaian proyek PLTMG Tobelo hingga tahap synchronization dan Commercial Operation Date (COD), sehingga pembangkit ini dapat segera beroperasi secara optimal dalam mendukung penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Halmahera Utara dan sekitarnya. (L02)
