AMBON, LaskarMaluku.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath mengungkapkan kalau pihaknya terpaksa menipu rakyat Maluku, karena banyak janji saat masa kampanye pemilihan kepala daerah silam, belum mampu diwujudkan.

Janji yang belum terpenuhi itu, bukan karena keinginan pihaknya, melainkan kebijakan efesiensi anggaran dari pemerintah pusat, ikut mempengaruhi seluruh arah dan kebijakan daerah.

Pernyataan itu dikemukakan, Wakil Gubernur Abdulah Vanath saat menyampaikan sambutannya pada Halal bil Halal yang diselenggarakan oleh organisasi wilayah (Orwil) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku yang dilangsungkan di Hotel Pasifik Ambon, Senin (6/4/2026) sore.

“Saya ingin mengatakan kami siap dihujat oleh masyarakat karena janji-janji kampanye kami itu tidak dapat kami realisasikan tetapi itu bukan keinginan kami. Melalui forum ICMI ini, saya ingin memberikan penegasan bahwa kami terpaksa harus menipu rakyat Maluku,” tandas Wagub AV, seraya menegaskan kenapa menipu rakyat Maluku? Waktu kampanye kami menjanjikan ABCDE dan seterusnya setelah dilantik 20 Februari selesai, tiba-tiba langsung kebijakan efisien anggaran secara nasional membuat tidak ada lagi yang namanya diskresi oleh seorang Gubernur/Bupati/Walikota.

Apa yang bisa kami pertanggung jawabkan di tengah masyarakat hanya sebatas kami mengatakan bahwa ini sebuah kebijakan sementara yang insya Allah mungkin tahun 2026 itu akan normal sehingga apa yang kami jadikan itu bisa kami realisasinya dengan mimpi-mimpi besar,”detail Abdulah Vanath menguraikannya sembari berharap jika dana transfer ke daerah bisa mengatasi berbagai janji kampanye, tapi sayangnya di tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia diperparah lagi dengan kondisi sosial masyarakat maupun pengaruh geo politik internasional.

“Kita berharap kembali normal dan dana transfernya bertambah lagi ternyata di tahun 2006 lebih nyungsep (lebih jatuh/kecil-red) lagi memaksa kami harus menipu lagi. Saya memilih jujur dan berkata jujur kepada masyarakat ketimbang saya menutupi hal ini,”ungkapnya lagi.

“Ibu dan bapak, basudara semua, saya percaya Muhammadiyah mungkin punya proposal sampai sekarang tidak ada tanggapan, kami harus mohon maaf juga, begitupun NU dan organisasi keagamaan lainnya kadang-kadang kita malu juga bapak ibu basudara semua,”ungkap Vanath.

Mekipun begitu dirinya mengingatkan jika gubernur memberi pesan, kepada kita bahwa kita harus beradaptasi. “Lain koki lain masakan kita sudah terbiasa berpuluh-puluh tahun dengan gaya kepemimpinan presiden yang berbeda mungkin hari ini kita tidak tahu mungkin besok ada emas diujung sana. Mari kita coba ikuti siapa tau ini adalah cara terbaik untuk membawa Indonesia menjadi Indonesia emas di tahun 2045,”ucapan AV sembari mengucapkan permohonan maaf lahir dan Bathin saat berlangsungnya kegiatan Halal Bil Halal yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Maluku dengan tema “Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Iman, Ilmu, Integritas dan Peran Kecendikiawanan untuk Mewujudkan Kemandirian Daerah”,

Abdullah Vanath juga  menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai momentum penting dalam mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat, khususnya kalangan cendekiawan Muslim di Maluku.

“Halal bi halal seperti ini sangat penting sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat,”ucapnya

Dirinya menegaskan bahwa ICMI memiliki peran strategis sebagai wadah cendekiawan dalam memberikan kontribusi pemikiran dan menjaga kesejukan di tengah dinamika kehidupan sosial.

“ICMI sebagai wadah cendekiawan Muslim memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan, serta memperkuat nilai-nilai keimanan, keilmuan, dan integritas di tengah masyarakat,” Ucapnya.

Lebih lanjut, Vanath mengingatkan bahwa kondisi Maluku yang majemuk membutuhkan komitmen bersama untuk terus menjaga harmoni dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Dalam konteks Maluku, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga harmoni dan kerukunan, karena stabilitas dan kedamaian adalah fondasi utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui momentum Halal Bi Halal ini, Vanath juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat silaturahmi dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Maluku,” Ucapnya.

Kegiatan Halal Bi Halal ICMI Maluku ini turut dihadiri Rektor Universitas Pattimura, Prof Dr Fredy Leiwakabessy, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku,  Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, perwakilan pemerintah kota Ambon dan tokoh agama Islam. (L05)