AMBON, LaskarMaluku.com — Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan ketersediaan stok pangan strategis aman hingga melewati rangkaian hari besar keagamaan, termasuk Puasa, Imlek, dan Nyepi.

Penegasan itu disampaikan dalam Konferensi Pers itu dilangsungkan di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, terkait dengan Ketahanan Pangan Daerah Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Kamis, (13/2) sore.

Kegiatan itu juga sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan konsumsi dan fluktuasi harga.

Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang, menjelaskan pemerintah telah memetakan komoditas prioritas berdasarkan tren konsumsi dan pergerakan harga tahun 2024. Analisis tersebut menjadi dasar penyusunan neraca ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Stok pangan strategis seperti beras, daging sapi, telur ayam ras, dan gula pasir berada di atas garis aman. Artinya, hingga setelah IdulFitri masih tersedia cadangan yang mencukupi,” kata Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang, yang juga Asisten dua Setda Maluku ini menjelaskan.

Dalam pemaparan tersebut, Pemprov mengidentifikasi sedikitnya 11 komoditas utama yang berpotensi mengalami kenaikan permintaan menjelang Ramadan.
Komoditas itu meliputi beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, tomat, telur ayam ras, gula pasir, serta sejumlah sayuran hortikultura.

Berdasarkan proyeksi, konsumsi masyarakat Maluku pada Februari meningkat sekitar 15 persen dibanding bulan biasa. Kebutuhan beras diperkirakan mencapai 3.500 ton per bulan, sementara minyak goreng sekitar 1.649 ton. Lonjakan ini lebih tinggi dibanding rata-rata kenaikan normal tahunan yang berkisar 10 persen.

Namun, sejumlah komoditas seperti cabai merah dan cabai rawit berada di bawah garis aman dalam neraca stok. Pemerintah menegaskan kondisi tersebut bukan akibat kekurangan produksi, melainkan karakteristik komoditas yang mudah rusak sehingga distribusinya bersifat harian.

“Cabai bukan tidak ada di pasar. Tetapi karena sifatnya mudah rusak, stok hanya dihitung dalam siklus tiga harian. Jadi tidak bisa disamakan dengan beras atau gula yang bisa disimpan lama,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Dila Ohorella.

Sejumlah kadis yang hadir dalam kegiatan itu, selain Kadis Tanaman Pangan, ikut Kadis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Melky Lohy, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Dr. Ir. Ilham Tauda, SP., M.Si. Kadis Disperindag Maluku, Yahya Kotta, Kepala Dinas ESDM, Abdul Haris, Kepala Dinas Perhubungan, Dr. Mohammad Malawat, ST. MT

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Dr. Ir. Erawan Asikin, M.Si. dan Kadis PU Pemprov yang diwakili oleh,
Rivai Notanubun, ST., MT, sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku.

Untuk menjaga stabilitas harga dan mutu pangan, Pemprov memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembentukan Satuan Tugas Pangan. Satgas ini bertugas melakukan pengawasan harga, distribusi, serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran hingga proses hukum jika ditemukan penyimpangan.
Ketua Satgas dijabat unsur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, dengan sekretaris dari unsur Badan Pangan, serta anggota dari dinas terkait seperti Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian, dan instansi teknis lainnya. Pengawasan pasar dilakukan rutin dan laporan disampaikan berjenjang dari kabupaten/kota ke provinsi hingga pusat.

Selain pangan, Pemprov juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman. Koordinasi intensif dilakukan dengan Pertamina Patra Niaga sebagai penyalur resmi.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Abdul Haris, menyampaikan bahwa stok minyak tanah per 10 Februari tercatat 1.180,6 kiloliter dengan rata-rata konsumsi 25,9 kiloliter per hari. Dengan angka tersebut, ketersediaan diproyeksikan mencukupi hingga akhir Maret.
“Stok minyak tanah tersedia sampai melewati Idulfitri. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Jika ada keterlambatan distribusi di tingkat agen, segera laporkan agar bisa dilakukan ekstra dropping,” kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Abdul Haris.

Untuk BBM jenis solar subsidi dan pertalite, pemerintah mencatat pasokan tersedia sesuai kuota mingguan. Sementara LPG 3 kilogram memiliki cadangan sekitar 26 metrik ton dengan proyeksi aman hingga 25 hari ke depan. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang justru memicu kelangkaan semu.

Dari sisi distribusi logistik, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku memastikan kelancaran arus barang antarpulau melalui armada kapal perintis, kapal penyeberangan, serta dukungan tol laut dan penerbangan perintis. Langkah ini penting mengingat kondisi geografis Maluku yang bercirikan kepulauan dengan tantangan cuaca dan biaya logistik tinggi.
Secara keseluruhan, Pemprov Maluku menyimpulkan bahwa ketahanan pangan dan energi dalam kondisi terkendali. Pemerintah menegaskan akan terus melakukan intervensi pasar melalui operasi pangan murah dan pengawasan harga guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok. (L05)