AMBON,LaskarMaluku.com– Pegadaian Area Ambon menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui peran strategis media massa.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bisnis Area Ambon Pegadaian, Hardsal Rahman, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, Kamis (15/1/2026), di Kantor OJK Provinsi Maluku.
Hardsal menjelaskan, Pegadaian saat ini tergabung dalam BRI Group bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PNM, sebagai bagian dari holding ultra mikro. Kolaborasi ini bertujuan memperluas inklusi keuangan dan menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Pegadaian telah berusia lebih dari 124 tahun dan terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan keuangan masyarakat di berbagai segmen,” ujarnya.
Di wilayah operasional Area Ambon, Pegadaian membawahi enam cabang, termasuk Cabang Ambon, Cabang Syariah Ambon, serta sejumlah unit pelayanan yang didukung ratusan outlet.
Menurut Hardsal, keberadaan jaringan ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang belum terlayani lembaga keuangan formal.
Dalam pemaparannya, Hardsal menekankan pentingnya pengelolaan keuangan sehat melalui konsep “4 Sehat 5 Sempurna”. Konsep tersebut mencakup pengaturan pos pengeluaran, pemisahan antara kebutuhan dan keinginan, penyediaan dana darurat, investasi rutin—minimal 10 persen dari penghasilan—serta kecermatan memilih lembaga keuangan yang legal dan diawasi OJK.
“Sering kali investasi dilakukan dari sisa penghasilan. Padahal, jika menunggu sisa, investasi itu tidak akan pernah ada,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap investasi ilegal dan lembaga keuangan yang tidak jelas legalitasnya. Media massa, menurutnya, memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang benar dan berimbang kepada publik.
Sebagai solusi keuangan, Pegadaian menawarkan beragam produk, mulai dari gadai emas, elektronik, hingga kendaraan, tabungan emas, cicilan emas, serta layanan titipan emas tanpa harus mengambil pinjaman. Seluruh layanan tersebut kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi Pegadaian Digital.
“Melalui aplikasi, masyarakat bisa bertransaksi kapan saja, bahkan gadai dari rumah. Dana bisa langsung ditransfer ke rekening nasabah,” jelas Hardsal.
Ia juga menyoroti keunggulan emas sebagai instrumen investasi karena nilainya relatif stabil, tahan inflasi, mudah dicairkan, serta efektif sebagai dana darurat.
Menutup pemaparannya, Handal mengajak insan pers untuk berperan aktif sebagai Duta Literasi Keuangan, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
“Keuangan yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Di sinilah peran media menjadi sangat strategis,” pungkasnya.(L06)





