AMBON, LaskarMaluku.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Ambon memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kericuhan yang terjadi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat proses keberangkatan KM Ciremai, Senin (12/1/2025).
Kepala Cabang PELNI Ambon, Marthin Heriyanto, menegaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh lonjakan penumpang pada hari terakhir arus balik, bukan akibat kelalaian atau instruksi berbahaya dari pihak PELNI.
Marthin menjelaskan, pada hari tersebut terjadi peningkatan signifikan jumlah calon penumpang KM Ciremai. Sejumlah orang yang tidak memiliki tiket diketahui memaksa untuk naik ke atas kapal, sehingga menimbulkan ketegangan di area pelabuhan.

“PT PELNI mengakui adanya lonjakan penumpang KM Ciremai karena hari ini merupakan hari terakhir arus balik di Pelabuhan Ambon. Terdapat sejumlah calon penumpang yang tidak memiliki tiket dan memaksa untuk naik ke kapal,” ungkap Marthin dalam standby statement kepada wartawan,Senin 12 Januari 2026
Ia menegaskan, PELNI tetap berkomitmen mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal dengan mematuhi ketentuan kapasitas penumpang sesuai regulasi Kementerian Perhubungan dan otoritas pelabuhan.
Terkait isu yang beredar mengenai adanya instruksi “terjun bebas” dari Kepala Cabang PELNI Ambon kepada buruh pelabuhan, Marthin secara tegas membantah hal tersebut.
“Tidak benar adanya instruksi ‘terjun bebas’. Yang terjadi adalah miskomunikasi antara buruh, pihak kapal, dan pihak cabang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat itu suling kapal telah berbunyi tiga kali sebagai tanda kapal akan segera diberangkatkan.
Namun, masih terdapat dua buruh yang berada di atas kapal untuk mengangkut barang bawaan penumpang. Ketika tangga kapal sudah dinaikkan, kedua buruh tersebut turun dari kapal atas inisiatif masing-masing.
“PELNI Cabang Ambon menegaskan tidak pernah memberikan perintah kepada buruh untuk terjun dari kapal. Keselamatan adalah prioritas utama kami,” jelas Marthin.
Selain itu, Marthin juga membantah adanya informasi terkait pemukulan atau pengeroyokan terhadap dirinya oleh buruh pelabuhan.
“Tidak terdapat kejadian pemukulan maupun pengeroyokan. Memang sempat terjadi ketegangan akibat situasi lapangan yang padat, namun dapat segera dikendalikan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan,” ujarnya.
Ia memastikan, kondisi Pelabuhan Ambon saat ini telah kembali kondusif dan seluruh operasional PELNI berjalan normal.
Sebagai informasi, KM Ciremai melayani rute Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Ambon – Sorong – Manokwari – Serui – Jayapura (PP).
Pada keberangkatan dari Pelabuhan Ambon, tercatat sebanyak 619 penumpang naik, dengan total penumpang on board KM Ciremai mencapai 1.946 orang.
PELNI mengimbau masyarakat untuk selalu membeli tiket resmi dan mematuhi ketentuan keberangkatan demi keselamatan bersama serta kelancaran operasional transportasi laut nasional.(L06)





