DOBO, LaskarMaluku.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku berkomitmen untuk mempercepat pemerataan listrik di wilayah kepulauan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Langkah ini diproyeksikan menjadi solusi bagi desa-desa terpencil yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.Pariwisata Kepulauan Maluku

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel mengatakan, program pengembangan energi terbarukan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Aru memiliki tantangan geografis yang berbeda. Karena itu, pengembangan energi surya menjadi pilihan yang realistis untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat,” kata Kaidel di Dobo, Rabu, (11/3/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah menargetkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Aru dapat mencapai sekitar 80 persen dalam lima tahun ke depan. Target tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang berfokus pada peningkatan pelayanan dasar masyarakat.

Menurut Bupati Kaidel, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memiliki program jangka panjang untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia menikmati akses listrik yang merata.

Program tersebut mencakup pembangunan berbagai jenis pembangkit listrik yang disesuaikan dengan karakteristik geografis daerah.

“Daerah kepulauan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Banyak desa di Aru yang terpencar dan sulit dijangkau jaringan listrik konvensional. Karena itu, sistem pembangkit mandiri seperti PLTS menjadi solusi yang paling memungkinkan,” katanya.

Ia menjelaskan, intensitas sinar matahari yang relatif stabil di kawasan kepulauan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan energi surya. Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

“Akses listrik yang lebih baik akan membuka peluang ekonomi baru, mulai dari usaha kecil, pengolahan hasil perikanan, hingga peningkatan kualitas pendidikan masyarakat,” jelas Bupati.

Pemerintah daerah juga akan memanfaatkan infrastruktur kelistrikan yang telah tersedia di beberapa wilayah sebagai basis pengembangan sistem energi baru tersebut.

“PLTS diharapkan tidak hanya melengkapi sistem kelistrikan yang sudah ada, tetapi juga membuka akses listrik bagi desa-desa yang selama ini masih bergantung pada sumber energi mandiri,”katanya.

Pemkab Kepulauan Aru berharap pembangunan energi terbarukan ini dapat mempercepat pemerataan listrik di desa-desa pesisir serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (L02)