SAUMLAKI,  LaskarMaluku.com – Dua warga Desa Atubul Dol Kecamatan Wertamrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya terpasa dilarikan ke rumah sakit, akibat ledakan granat pada, Minggu (15/3/2026) pukul 21.00 WIT.

Ledakan yang berasal dari granat jenis apek tersebut, meledak dan mengenai sebuah keluarga yang berada di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara beberapa korban lainnya mengalami luka berat dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini berawal dari ketika sebuah granat bekas latihan dari satuan TNI di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) di area hutan Desa Atubul. 

Granat jenis buah apel ini ditemukan warga dan dibawah pulang ke rumah. Menurut penuturan warga kalau granat jenis ini memang sangat awam bagi warga dan mengira kalau jenis barang yang ditemukan tersebut, adalah barang antik yang ditemukan warga didalam kebun rakyat.

Berdasarkan penuturan keluarga korban ketika granat Apel ini ditemukan mereka kemudian membawa pulang dan dibuka menggunakan obeng untuk mencaritahu. 

Sebelumnya korban atas nama Rafael Romroman (RR) yang baru saja pulang dari prosesi adat, disuruh untuk membuka benda tersebur menggunakan obeng lantaran usaha untuk membuka dratnya cukup keras, kemudian anaknya Edowardus Romroman (ER) berusaha membuka dan akhirnya meledak. 

Akibatnya seluruh tubuh RR hancur sementara serpihan dari ledakan mengenai ayahnya ikut terkena dan seketika meninggalkan dunia, sementara isteri dari Rafael Romroman atas nama Ny AFia Batmianik/Romroman dilaporkan hingga kini belum sadarkan diri dan masih dalam perawatan intensif di salah satu rumah sakit di kota Saumlaki. 

Hingga berita ini dilansir belum ada klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab. Tetapi yang jelas bahwa sejak adanya instruksi panglima TNI memberlakukan siaga satu pasca geopolitik global, satuan TNI setempat menggelar latihan militer untuk mempersiapkan Alut sista yang dimilikinya serta persiapan taktik prang, lantaran Kabupaten Kepulauan Tanimbar termasuk dalam daerah perbatasan. 

Hanya saja sangat disayangkan, setiap bahan bekas setidaknya harus dibersihkan dari perkebunan warga. Ini yang menjadi persoalan.

Pihak keluarga mengharapkan harus ada penyelidikan mendalam terhadap satuan yang menggelar proses latihan dimaksud dan satuan dimaksud harus ikut bertanggungjawab atas musibah yang telah dialami keluarga Romroman di desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar Minggu (15/03/26) sekira pukul 21.00 waktu setempat.(L05)