WAAI, LaskarMaluku.com – Masyarakat Negeri Waai, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah mengaku sangat berterima kasih kepada pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara yang bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Maluku untuk menjadikan Waai sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa Siaga Bencana yang diinisiasi PLN melalui program PLN Peduli, sebagai bentuk investasi ketangguhan bencana desa.
Program ini juga sejalan dengan dukungan PLN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 dan 13, yakni kota dan permukiman yang berkelanjutan serta penanganan perubahan iklim.

Disela-sela sosialisasi dan pelatihan di Negeri Waai, Jumat (30/1/2026) Ketua Majelis Jemaat GPM Waai, Pendeta Esty Soenarko yang juga salah satu peserta pelatihan memberikan apresiasi kepada pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara dan F-PRB Provinsi Maluku karena telah membekali masyarakat dengan pengetahuan dan pengalaman.
Paling tidak ini menjadi muatan, kami berdoa supaya tidak terjadi bencana di Negeri Waai, tetapi ketika bencana itu ada sebagai orang percaya kita berkhikmat dan kita sudah memiliki kemampuan mandiri dalam mengenali ancaman, mengurangi risiko, dan memulihkan diri dari bencana.
“Saya berterima kasih sekali karena dibekali dengan pendampingan psiko social Model PFA Psychological First Aid yang merupakan pendekatan dukungan psikologis awal yang berfokus pada kebutuhan mendesak individu pasca kejadian krisis atau bencana,”ungkapnya.

Menurut Pdt Soenarko, selama empat tahun bertugas di jemaat Waai, masuk dari rumah ke rumah sampai saat ini belum ada pelatihan untuk trauma healing. “Kami berterima kasih kepada ibu Psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSKD) atas pengetahuan yang diberikan, dan semoga ini akan disosialisasikan kepada seluruh anggota jemaat agar sikap dalam situasi apapun,”ujarnya seraya mengakui jika pasca gempa beberapa waktu lalu tidak ada umat yang mengalami trauma yang memprihatinkan.

Pada kesempatan yang sama, Rio Risambessy yang merupakan Perwakilan Komunitas Kalesang di Negeri Waai yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan pendidikan mengakui melalui program Destana ini masyarakat sangat terbantu, karena selama ini kurang adanya pelatihan-pelatihan terkait kebencanaan.
“Semoga dengan pelatihan ini masyarakat lebih tahu lagi bagaimana bertindak saat menghadapi bencana,”pungkasnya.
Rio juga menambahakan, dari Komunitas Kalesang juga sudah melakukan upaya-upaya mitigasi dengan penanaman mangrove atau penanganan sampah secara lokal serta keterlibatan dalam mengikuti pelatihan sebagai relawan desa.
“Kami berharap kepada pihak PLN agar program ini bisa berkelanjutan bukan saja di Negeri Waai, tetapi ke negeri-negeri yang terindentifikasi rawan bencana,”harapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dusun Wainuru, Udin mengakui banyak pengalaman baru yang diperoleh dari pelatihan yang diberikan berkaitan dengan Desa Tangguh Bencana.
“Kami akhirnya bisa mengetahui bagaimana melakukan pertolongan pertama dalam kondisi darurat baik di darat maupun di laut. Terima kasih karena setelah mendapat teori kami langsung praktek dan ini sangat bermanfaat serta menambah pengalaman,”ungkap Udin.

Untuk diketahui, setelah pengenalan program serta edukasi, para peserta dibekali dengan penyusunan rencana evakuasi dan pembuatan peta evakuasi desa oleh Woddy Timisela, pengetahuan kesehatan mental dan dukuungan psikososial dari tim RSKD serta cara melakukan pertolongan pertama dan water rescue training oleh Hery Latuheru dari F-RPB. (L02)
