DOBO, LaskarMaluku.com – Salah satu strategi Bupati Kepulauan Aru memperkenalkan Aru di mata internasional yakni dengan menarik investor untuk berinvestasi di Aru khususnya di bidang perikanan.
Hal ini sudah dilakukan Bupati untuk mengembangkan Aru, karena ini bagian dari visi dan misi yang disampaikan saat kampanye dan janji itu akan diwujudkan.
Kepada pers, Kamis (9/1/2026) di ruang kerjanya, Bupati Timotius Kaidel mengatakan, salah satu visi dan misi yakni Aru mendunia.
“Nah, bagaimana kita ekspansi untuk menarik investasi. Saatnya kita promosi sehingga Kabupaten Kepulauan Aru bisa dilirik investor khususnya dibidang perikanan,”kata Bupati.
Dirinya mengakui, saat kunjungan Presiden ada investor Jepang yang pada saat berminat untuk menandatangani investasi.
“Saya berharap banyak investor yang nantinya berinvestasi di Aru, sehingga masyarakat juga diberdayakan dan perekonomian mulai meningkat,”harap Bupati seraya menambahkan jika berbicara mengenai Perikanan Nasional maka sudah tentu semua tertuju kepada Aru.
“Bulan depan juga investor China akan datang ke Aru,”tandasnya.
Kaidel menjelaskan, orang berbondong-bondong datang ke Aru karena Aru dikenal dengan WPPNRI 718 (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 718) adalah wilayah perikanan terbesar di Indonesia yang mencakup Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian Timur. Wilayah ini memiliki potensi lestari tertinggi (di atas 2 juta ton per tahun) untuk ikan demersal, pelagis, udang, dan cumi-cumi.
“Hasil laut Aru sudah terkenal dari dulu mendunia, namun sampai sekarang kita tidak penah menikmati hasilnya. Kita masih di tutupi oleh Indonesia. Bahwa kita punya sumber perikanan yang luar biasa. sementara dunia Investasi di Bidang Perikanan sudah mengenal Aru dari jauh-jauh hari,”ungkapnya.
Contohnya sekarang kita di usulkan untuk daerah penangkapan terukur WPP 718 menjadi dominasi oleh kapal-kapal yang GT 100 ke atas.
“Jadi sekarang waktunya kita menonjolkan diri bahwa memang kita punya sumber daya alam Perikanan yang patut di perhitungkan di kanca Nasional dan Internasional,”pungkasnya sambil meminta masyarakat Aru menyambut investasi ini, karena kita tidak dapat mengelola sumberdaya alam sendiri, karena keuangan kita terbatas. (L02)
