AMBON, LaskarMaluku.com – Kantor Wilayah (Kanwil) BULOG Maluku dan Maluku Utara di tahun 2026 berencana membangun lima gudang Bulog di Provinsi Maluku dan provinsi Maluku Utara. Lima gudang Bulog itu, tiga diantaranya di provinsi Maluku dan dua gudang Bulog lainnya di Maluku Utara.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengungkapkan, tiga gudang Bulog yang akan dibangun di tiga kabupaten di provinsi Maluku itu telah siap untuk proses pembangunannya. Hanya pihak Bulog terkendala dengan lahan.
“Rencana untuk tahun ini, akan dibangun tiga gudang Bulog baru di provinsi Maluku, yakni di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Buru dan Kabupaten Aru, kami siap bangun, hanya terkendala soal lahan, dan atau hibah tanah yang sementara dalam proses segala hal yang berkaitan tapi prosesnya di pusat setalah siap, gudang Bulog dibangun, ” ungkap Rudy Senawi Tahir, kepada awak media, usai pihaknya melakukan rapat dengar pendapat dengan komisi II DPRD provinsi Maluku, Kamis (15/1) siang.

Rapat dengar pendapat antara Perum BULOG Kanwil Maluku, dipimpin oleh ketua komisi Irawadi, SH, dari Fraksi Nasdem, Wakil Ketua Johan Laipeny dan Sekretaris Komisi, Ibu Nita Bin Umar. Rapat ini ikut dihadiri oleh Djemy Jafet. Patiselanno, Fraksi PDIP dan Ary Sahertian dari Fraksi PKB Sedangkan dari Kanwil Bulog Maluku dan Maluku Utara, dihadiri oleh Kakanwilnya,
Rudy Senawi, dengan menyertakan Menejer Supply Hain dan Pelayanan Publik, Abdul Aziz dan Menejer Bisnis Chandra AG
Rapat dengar pendapat itu, intinya membicarakan soal ketahanan pangan daerah dalam menyerap produksi padi petani di sejumlah kabupaten yang selama ini menjadi lumbung padi untuk ketahanan pangan di provinsi Maluku. Karena Perum Bulog tugasnya adalah menyerap hasil panen padi dari petani lokal secara maksimal untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Rudy Senawi mengatakan, untuk mengantisipasi stok beras pada masa bulan puasa hingga lebaran nanti, stok beras cukup tersedia.
“Stok beras cukup luar biasa banyak, kita bisa tembus sampai lima bulan kedepan, diatas kisaran sebelas (11) ribu ton, ” jelas Rudy Senawi.
Pemerintah melalui Perum BULOG berencana untuk dalam tahun 2026 upaya peningkatan beras dari sebelumnya tiga juta ton menjadi 4 juta ton di tahun 2026.
“Berdasarkan Inpres no 6 Tahun 2025, point utamanya adalah meningkatkan ketahanan pangan nasional pendapatan petani dengan memaksimalkan penyerapan gabah atau beras dalam negeri. Targetnya adalah peningkatan jumlah beras dimana tahun 2025 tiga juta ton dan 2026 meningkat jadi 4 juta ton, maka hal ini tentu diperlukan kerja keras dari perum Bulog untuk mewujudkan angka dimaksud, “Ujar Ketua Komisi II DPRD provinsi Maluku, Irawadi SH, kepada awak media usai rapat dengar pendapat Kamis (15/1/2026).
Rapat dengar pendapat itu, dibicarakan soal pengadaan mesin penggiling beras dan langkah-langkah antisipasi kelangkaan beras di kabupaten terjauh seperi misalnya Maluku Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Aru.
Langkah mengantisipasi kelangkaan beras di tiga daerah dengan sebutan 3 T yakni Tertinggal, Terdepan, dan Terluar yang terdapat di provinsi Maluku. Tiga kabupaten itu jika tidak diantisipasi maka masyarakat bakal alami kesulitan stok beras ditengah gelombang laut yang tak bersahabat saat ini. Meski begitu, langkah antisipatif telah dilakukan Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara dengan mengirim logistik beras melalui kapal Tol Laut. (L05)





