AMBON, LaskarMaluku.com – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyatakan, fokus utama universitas saat ini adalah percepatan pencapaian akreditasi internasional selaras dengan visi besar Unpatti menuju “World Class University” (WCU) atau universitas kelas dunia adalah perguruan tinggi dengan reputasi internasional tinggi, keunggulan riset, kualitas pengajaran unggul, dan fasilitas canggih. Universitas ini mampu bersaing global melalui publikasi ilmiah tinggi, kolaborasi internasional, serta memiliki staf pengajar dan mahasiswa berbakat dari berbagai negara.
Menurut Fredy Leiwakabessy, sejauh ini beberapa fakultas disebut menjadi motor penggerak, di antaranya Fakultas Hukum dengan target akreditasi sejumlah program studi, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang tengah menjalani proses validasi internasional.
Hal itu disampaikan rektor universitas Pattimura FL dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unpatti Tahun Anggaran 2026
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura di Ballroom Marina Hotel, Ambon Selasa, (7/4/2026). Kegiatan Rakerpim itu mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Inovasi Akademik FPIK dalam Akselerasi Pencapaian Universitas Pattimura sebagai World Class University”
Rektor mengemukakan semula kegiatan Rakerpim Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini, dilaksanakan di luar daerah tetapu dialihkan secara lokal akibat kebijakan pembatasan perjalanan dinas. Kebijakan tersebut mengatur pembatasan perjalanan dinas dalam negeri sebesar 50 persen dan luar negeri sebesar 30 persen, sesuai arahan kementerian.
Kendati begitu, Rektor Unpatti menekankan aspek pentingnya peningkatan fungsi kelembagaan yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga produktif.
“kinerja institusi saat ini diukur melalui indikator kinerja utama yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan,” Kata Rektor Fredy Leiwakabessy, seraya menekankan pada aspek pentingnya sebuah pencapaian kerja yang terukur.
“Produktivitas menjadi kunci. Tidak cukup hanya menjalankan tugas dan fungsi, tetapi harus menghasilkan capaian nyata yang terukur,” tegas Rektor.
Rektor menjelaskan bahwa visi kepemimpinannya periode 2023–2027 selaras dengan indikator kinerja kementerian yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu pengembangan talenta, inovasi, dan kontribusi kepada masyarakat. Aspek integritas juga menjadi perhatian utama, terutama dalam upaya membangun wilayah bebas dari korupsi.
Dalam bidang keuangan, universitas ditargetkan mencapai pendapatan minimal sebesar Rp170 miliar per tahun, dengan porsi pendapatan non-APBN yang signifikan. Hal ini menuntut optimalisasi potensi aset, sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha berbasis akademik dan non akademik.
Diajuga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi pengawasan dari berbagai lembaga auditor, termasuk Satuan Pengawas Internal (SPI), Dewan Pengawas, Inspektorat, BPKP, Kantor Akuntan Publik, hingga Badan Pemeriksa Keuangan. Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja di seluruh unit.
Di akhir sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap fokus pada evaluasi kinerja tahun sebelumnya serta memperkuat tata kelola dan inovasi akademik guna mencapai target institusi secara berkelanjutan.
Di kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penyelenggara yang telah berhasil melaksanakan kegiatan secara optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran. Dekan menilai bahwa suasana kegiatan yang kondusif mampu mendorong lahirnya gagasan-gagasan kreatif dan inovatif.
Dekan menjelaskan bahwa rapat kerja ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, melakukan evaluasi terhadap kinerja fakultas tahun 2025, khususnya terkait capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terintegrasi dengan kebijakan universitas dan kementerian. Ia menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar mencari kekurangan, melainkan sebagai upaya refleksi untuk peningkatan kinerja ke depan.
Kedua, menyusun program kerja tahun 2026 dengan mempertimbangkan dinamika eksternal serta kondisi keuangan fakultas. Dengan anggaran yang relatif terbatas, yaitu sekitar Rp1,5 miliar, Dekan menekankan bahwa tidak semua usulan kegiatan dapat diakomodasi, sehingga diperlukan prioritas pada program-program strategis, terutama yang mendukung akreditasi internasional.
Ketiga, memperkuat semangat kerja kolektif dan kolegial dalam seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program. Menurutnya, keberhasilan program kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan.
Selain itu, Dekan juga menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja tahun 2025, di mana sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan. Ia mengakui bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen fakultas.
Menutup sambutannya, Dekan mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga komitmen, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat sinergi dalam rangka mewujudkan target pengembangan fakultas yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Agenda dalam Rakerpim ini meliputi penyajian capaian Indikator Kinerja Utama FPIK Tahun 2025 oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si., serta dilanjutkan dengan penyusunan program kerja FPIK Tahun 2026. (L05)




