AMBON, LaskarMaluku.com – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengawali tahun 2026 ini, dengan melaksanakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim).

Rapat penting dan strategis itu dilaksanakan setelah Unpatti menandatangani kontrak kinerja dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan, mencakup aspek akademik dan tata kelola keuangan.

Rakerpim ini sendiri melibatkan semua unsur pimpinan yakni; Rektor dan para Wakil Dekan, Direktur Pasca Sarjana, para dekan dan wakil dekan, kepala Biro, para koordinator dan Sub Koordinator, Badan Usaha Bisnis Akademik, semua Unit dan Tim yang terdapat di lingkungan Unpatti.

Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M. Pd menekankan pentingnya evaluasi kinerja berbasis indikator serta penguatan kolaborasi dengan dunia industri sebagai langkah strategis menghadapi tekanan fiskal nasional dan dinamika ekonomi global.

Pemerintah Indonesia merespons dengan memperkuat hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian ekonomi, serta berupaya menjaga stabilitas fiskal melalui kebijakan moneter.

“Kita ingin mengkonsolidasikan kembali dan mengevaluasi kinerja tahun 2025 berbasis indikator kinerja utama (IKU),” ungkap Leiwakabessy kepada awak media disela-sela Rakerpim Unpatti yang dilaksanakan di Aula Rektorat, Kamis (9/4/2026).

Menurut Prof Fredy, evaluasi ini menjadi krusial mengingat Unpatti telah menandatangani kontrak kinerja dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan, mencakup aspek akademik dan tata kelola keuangan.

Capaian kinerja tersebut, diturunkan hingga tingkat fakultas dan unit kerja melalui kontrak internal guna memastikan target institusi tercapai secara kolektif dan terukur.

Memasuki triwulan kedua 2026 ini, Unpatti juga melakukan penyesuaian program sejalan dengan kebijakan efisiensi pemerintah, termasuk pembatasan perjalanan dinas hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri, serta penerapan pola kerja fleksibel.

“Kondisi fiskal negara dan ekonomi global menuntut kita untuk adaptif, termasuk dalam menyusun strategi untuk triwulan berikutnya,” jelasnya.

Selain fokus pada evaluasi, Raker PIM turut diarahkan pada penyusunan rencana anggaran tahun 2027.

Persiapan dilakukan lebih awal mengingat batas waktu pengajuan dari kementerian yang jatuh pada pertengahan tahun.

Dalam konteks penguatan institusi, Unpatti juga merumuskan langkah strategis yang lebih implementatif dengan mendorong kolaborasi bersama dunia usaha, industri, serta mitra dalam dan luar negeri.

Upaya ini diarahkan untuk mewujudkan konsep “kampus berdampak” yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari penguatan status Badan Layanan Umum (BLU), Unpatti turut meluncurkan Badan Usaha Bisnis Akademik dan Non-Akademik (BUBANA).

Melalui unit ini, Unpatti menargetkan peningkatan pendapatan non-UKT hingga 35 persen dari total pagu anggaran tahunan yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp177 miliar.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk mengembangkan unit usaha yang produktif dan berkelanjutan,” kata Leiwakabessy.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang terstruktur dan kolaboratif, BUBANA dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan institusi sekaligus memperkuat kontribusi Unpatti dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

Senada dengan Rektor Unpatti, Ketua Pelaksana Rakerpim, Dr Hanok Mandaku, mengemukakan, terdapat empat hal penting yang dilaksanakan dalam Rakerpim ini;

Pencapaian kegiatan di tahun 2025, penyelarasan kegiatan program dan anggaran 2026, penyusunan perencanaan kerja kegiatan dan anggaran di tahun 2027 dan merekomendasikan kebijakan dan pemikiran strategis yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan terkini untuk pelaksanaan program kerja di tahun 2026 dan rencana di tahun 2027.

“Jadi kegiatan Rakerpim ini melibatkan Rektor dan para Wakil Dekan, Direktur Pasca Sarjana, para dekan dan wakil dekan, kepala Biro, para koordinator dan Sub Koordinator, Badan Usaha Bisnis Akademik, semua Unit dan Tim yang terdapat di lingkungan Unpatti. Dan kita usahakan Rakerpim ini dapat dilaksanakan selama sehari penuh yakni dari pukul 09.00 WIT dan berakhir pada pukul 20.00 WIT atau jam 8 malam,” urai Hanok Mandaku.

Sesuai arahan pimpinan maka Raker (Rapat Kerja) ini di harapkan bisa mensinkronisasi seluruh kerja di dalam lingkungan Universitas Pattimura seluruh bagian seluruh unit seluruh badan, seluruh tim dalam sinergitas bersama untuk melakukan transformasi kinerja sesuai dengan paradigma baru yang ditetapkan oleh Kemendikti Sains dan teknologi yaitu “Kampus Berdampak dan oleh sebab itu pelaksanaan program kerja 2026 dan rencana kerja 2027 itu  harus bisa menjawab sekaligus mendukung pencapaian atau implementasi Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto,”tutup Mandaku. (L05)