AMBON, LaskarMaluku.com – Jadwal Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2026 telah diumumkan oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026.
Lantaran itu, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru, Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk menyiapkan sarana infrastruktur internet kualitas terbaik guna mendukung pelaksanaan calon mahasiswa dari kabupaten SBT untuk mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi nasional, berdasarkan Prestasi (SNBP), Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Seleksi Mandiri Universitas Pattimura Tahun 2026.
Pasalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat proses pelaksanaan tes, terjadi gangguan internet di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kondisi ini tentunya menjadi pengalaman berharga bagi panitia untuk mengingatkan pemerintah setempat, agar menyiapkan sarana internet yang berkekuatan tinggi guna menunjang siswa SMA, SMK dan sederajat yang akan mengikuti seleksi nanti.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt.,M.Sc dalam keterangan pers, Jumat (20/1/2026) mengatakan pihaknya masih negosiasi untuk Sub NBPK khusus Kabupaten SBT.
Menurutnya, tahun lalu peserta yanag sudah mendaftar ada 9 siswa, hanya saja jaringan internetnya terganggu dan jaringannya putus, sehingga kita alihkan ke Kota Ambon.
“Kami sementara melakukan negosisasi, semoga bisa dibuka tetapi dengan syarat Pemkab SBT harus sanggup menyiapkan jaringan Internet di Kota Bula harus optimal, jangan sampai pada saat mereka sementara test, lalu jaringan internetnya gangguan, “ungkap Malle seraya mengakui bahwa dari pengalaman kemarin pada saat sosialisasi, terjadi gangguan internet di Kota Bula.
Malle menambahkan, saat dirinya melakukan sosialisasi di Bula, jaringan internet sangat tidak mendukung untuk berkomunikasi. “Saat itu saya tim minta ke Bupati supaya bias menjamin konektivitas internet di wilayah Kota bula dalam waktu dekat,”ingat Prof Malle,
Dirinya menguraikan, pembukaan penerimaan mahasiswa baru (Maba) tahun akademik 2026 melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri.
Prof Dr, Dominggus Malle mengungkapkan, sebagai perguruan tinggi negeri, Unpatti mengikuti skema seleksi nasional yang telah ditetapkan pemerintah, dengan sejumlah penyesuaian kebijakan pada tahun ini.
“Ada beberapa hal penting yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, khususnya para siswa kelas XII dan orang tua,” ujar Malle.
Untuk jalur SNBP, tahun ini terdapat perubahan kebijakan terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jika pada tahun-tahun sebelumnya TKA tidak diberlakukan, maka mulai 2026 peserta SNBP diwajibkan memiliki nilai TKA sebagai bagian dari proses validasi.
Meski demikian, Malle menegaskan bahwa penilaian utama SNBP tetap berbasis nilai rapor dan prestasi akademik siswa.
“Nilai TKA bukan menjadi penentu kelulusan, tetapi berfungsi sebagai validator untuk memastikan kesesuaian nilai rapor, “kata Malle.
Penilaian SNBP hanya diperuntukkan bagi siswa dan sekolah yang berstatus eligible, ( memenuhi syarat, layak, atau berhak). Eligible adalah siswa terbaik di sekolahnya yang memenuhi kriteria nilai rapor dan prestasi, sehingga berhak mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi tanpa tes.
Sekolah yang telah mengisi pangkalan data sekolah dan siswa berhak mengusulkan peserta terbaiknya, umumnya siswa peringkat lima besar atau sepuluh besar di sekolah masing-masing. Prestasi non-akademik hanya menjadi pertimbangan khusus untuk program studi bidang seni dan olahraga.
Malle menyoroti pentingnya integritas dalam penilaian rapor. Ia mengutip pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyinggung fenomena inflasi nilai rapor.
“Kita ingin memastikan bahwa nilai yang tinggi benar-benar mencerminkan kemampuan siswa, “ujarnya.
Pendaftaran SNBP telah ditutup pada 18 Februari 2026, setelah dibuka sejak 3 Februari. Proses seleksi berlangsung 25 Februari hingga 12 Maret 2026.
Rapat penetapan kuota akhir dijadwalkan pada 29–30 Maret, dan pengumuman kelulusan akan disampaikan pada 31 Maret 2026 pukul 17.00 WIT.
Peserta yang dinyatakan lulus wajib melakukan registrasi ulang pada 1–30 April 2026. Mereka yang tidak mendaftar ulang otomatis kehilangan hak mengikuti SNBP maupun jalur mandiri di seluruh perguruan tinggi negeri selama dua tahun ke depan.
“Karena ini jalur prestasi dengan kuota khusus dan subsidi penuh, peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Tetapi jika sudah lulus, harus diambil. Jangan sampai menutup kesempatan orang lain,” tegas Malle.
Sementara itu, jalur SNBT bersifat semi-subsidi dengan biaya pendaftaran sekitar Rp 200.000. Jalur ini terbuka bagi lulusan 2024, 2025, dan 2026, termasuk lulusan Paket C dengan batas usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.
Peserta Paket C tahun berjalan dapat mengikuti seleksi dengan menyertakan surat keterangan dari penyelenggara.
Ujian SNBT mencakup Tes Potensi Skolastik, literasi Bahasa Indonesia, literasi Bahasa Inggris, dan penalaran matematika. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Malle menyebut literasi bahasa kerap menjadi tantangan tersendiri bagi peserta.
Pendaftaran SNBT dibuka 25 Maret hingga 7 April 2026, dengan pelaksanaan UTBK selama 21–30 April 2026. Rapat alokasi dan penetapan hasil dijadwalkan pada 23–24 Mei, sementara pengumuman kelulusan dilakukan 25 Mei 2026 pukul 17.00 WIT. Registrasi ulang berlangsung 26 Mei hingga akhir Juni 2026.
Beberapa Sub pusat SNPBK yang siap melaksanakan kegiatan tes penerimaan mahasiswa baru tahun Sub Pusat SNPBK 2026 ini adalah Kota Tual dan Maluku Tenggara, Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), kota Dobo untuk Kabupaten Aru, di Tiakur untuk Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sedangkan kabupaten SBT ada pada tingkat cadangan.
Malle juga mengingatkan peserta agar cermat memilih lokasi ujian dan program studi. Pada tahun sebelumnya, ditemukan peserta yang berdomisili di Ambon namun tidak sengaja memilih lokasi ujian di luar daerah akibat kurang teliti saat pendaftaran.
Setelah SNBP dan SNBT, Unpatti masih membuka jalur mandiri dengan rentang waktu pendaftaran 1 April hingga 31 Juli 2026.
Tahun 2026 ini, Unpatti memperoleh total kuota 7.026 mahasiswa baru untuk 82 program studi. Dari jumlah tersebut, 40 persen atau sekitar 2.810 kursi dialokasikan untuk SNBP, 30 persen atau 2.108 kursi untuk SNBT, dan 30 persen sisanya untuk jalur mandiri.
Ironisnya, kuota SNBP yang mencapai 40 persen belum termanfaatkan optimal pada tahun sebelumnya. “Padahal ini peluang terbesar dengan subsidi penuh,” kata Malle.
Pada jalur mandiri, peserta yang lulus dikenakan kewajiban pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI), Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta biaya kegiatan akademik lainnya. Berbeda dengan SNBP, mahasiswa jalur mandiri bersifat non-subsidi.
Malle menambahkan, sekitar 95 persen peserta SNBP yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah otomatis mendapatkan pembiayaan apabila dinyatakan lulus. Hal ini dinilai sebagai keuntungan besar yang seharusnya menjadi pertimbangan utama siswa dan orang tua.
“SNBP seharusnya menjadi prioritas karena kuotanya besar dan beban biaya lebih ringan. Kami berharap siswa memilih jalur ini secara serius dan sesuai minat serta cita-cita,” ujarnya.
Dengan berbagai opsi seleksi yang tersedia, Unpatti mengimbau calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara matang, memahami ketentuan setiap jalur, serta memilih program studi
sesuai minat dan kemampuan. Transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan akses pendidikan tinggi, menurut Malle, tetap menjadi komitmen utama Unpatti dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini. (L05)




