AMBON, LaskarMaluku.com – Universitas Pattimura kembali melakukan kerjasama dengan Happy Green Island dalam pengelolaan persampahan. Universitas terbesar dan terkemuka ini sebelumnya melakukan kerjasama serupa dengan lembaga terkemuka lainnya.

Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan edukasi masyarakat melalui kerja sama multipihak.

Menurut Rektor, kerjasama dimaksud mencakup bidang pendidikan dan pengembangan keahlian, pertukaran pengetahuan, inovasi, teknologi informasi, penelitian, serta lingkungan.

Bahwa selama ini berbagai program telah dijalankan melalui kerja sama dengan kementerian, lembaga pemerintah, serta organisasi non-pemerintah, mencakup pengelolaan sampah di lingkungan kampus, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas,”jelas Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy, M.Pd di ruang rapat Rektor Selasa (7/04). Sebagaimana dikutip sumber Humas Unpatti.

Rektor Universitas Pattimura berharap, kerja sama yang dibangun dapat menjadi sistem yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, sehingga program yang dijalankan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Dikesempatan yang sama juga Direktur Happy Green Islands sekaligus Founder Toma Lease Corneles K. Lafeber menjelaskan bahwa isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah, sangat kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisipliner yang melibatkan ekologi, sosial, ekonomi, dan pendidikan.

“Sampah bukan hanya masalah satu fakultas atau satu lembaga, tapi membutuhkan kerja sama lintas sektor,” jelasnya.

Menutup sambutannya Corneles K. Lafeber mengatakan, melalui kerja sama dengan Universitas Pattimura dan mitra lokal lainnya, proyek Happy Green Islands di Ambon dapat terus berkembang dan memberikan manfaat.

Untuk diketahui, Happy Green Island adalah sebuah program/organisasi keberlanjutan lingkungan yang fokus membantu komunitas di pulau-pulau kecil, terutama di wilayah Indonesia, untuk mengelola sampah secara lokal, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan.

Organisasi ini bekerja dengan masyarakat setempat, sekolah, dan pemangku kepentingan untuk mendirikan sistem pengelolaan sampah yang bisa dijalankan sendiri (misalnya bank sampah, rute pengumpulan, dan pendidikan kebersihan) sambil menghormati kearifan lokal dan adat setempat.

Happy Green Islands (HGI) adalah yayasan asal Belanda yang aktif menjalin kerja sama di Ambon, Maluku, berfokus pada inisiatif lingkungan. Sebelumnya HGI telah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan lainnya dalam masalah lingkungan. (L05)