AMBON, LaskarMaluku.com – Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menghadiri wisuda Universitas Pattimura (Unpatti), Rabu (28/1/2026).
Wisuda Unpatti menelorkan sebanyak 1.340 wisudawan dan wisudawati, terdiri dari 958 lulusan program sarjana, 304 lulusan profesi guru, dan 78 lulusan program magister.
Vanath menyampaikan apresiasi atas peran perguruan tinggi di Maluku yang konsisten melahirkan generasi muda dengan tingkat kecerdasan dan intelektualitas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Setiap tahun perguruan tinggi di Maluku, termasuk Universitas Pattimura terus melahirkan generasi muda dengan tingkat kecerdasan dan intelektualitas yang semakin baik,” kata Vanath di Auditorium kampus Unpatti, kawasan Poka, Ambon.
Dia bilang wisuda Unpatti merupakan momen yang membanggakan, tidak hanya bagi para wisudawan, tetapi juga bagi orang tua dan keluarga. Lulusan Unpatti berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku, mulai dari Pulau Seram, Kepulauan Tenggara, Pulau Buru, hingga wilayah lainnya yang mencerminkan pemerataan akses pendidikan tinggi di Maluku.
Mantan bupati Seram Bagian Timur ini mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi di Maluku terus meningkat. Kampus tidak lagi dipandang semata sebagai tempat mencetak sumber daya manusia, tetapi juga memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi daerah. “Masyarakat Maluku kini menilai kampus bukan sekadar mesin pencetak sumber daya manusia, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi dan mesin penggerak kedamaian,” tegasnya.
Selain peran akademik dan sosial, Vanath menyoroti kontribusi ekonomi Unpatti bagi Kota Ambon dan Maluku secara keseluruhan. Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 30 ribu orang, aktivitas kampus memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di masyarakat. “Dengan sekitar 30 ribu mahasiswa Universitas Pattimura, terdapat perputaran uang puluhan miliar rupiah setiap bulan yang mengalir ke masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah,” jelas Vanath.
Dia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Maluku. Vanath menekankan stabilitas daerah menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di Maluku, sekaligus menopang keberlanjutan dunia pendidikan. “Orang tua hanya akan menyekolahkan anaknya di daerah yang aman. Karena itu, menjaga keamanan dan kedamaian Maluku adalah kunci agar kampus-kampus kita terus berkembang,” ungkapnya.
Vanath juga menekankan bahwa pendidikan tinggi merupakan jalan bagi anak-anak Maluku dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak petani, nelayan, dan masyarakat kecil, untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan.
“Hari ini yang diwisuda bukan hanya anak-anak pejabat, tetapi juga anak-anak petani, nelayan, dan masyarakat kecil. Pendidikan adalah jalan utama untuk mencerdaskan generasi Maluku,” tutup Vanath. (L05)
