AMBON, LaskarMaluku.com – Tahun ini merupakan suatu yang istimewa bagi umat Katolik dan Muslim karena mulai menjalankan puasa dalam pekan yang sama.

Gereja Katolik mulai Masa Prapaskah yang ditandai dengan Rabu Abu pada 18 Februari dan akan menjalankan pantang dan puasa mulai Rabu Abu dan setiap hari Jumat hingga Jumat Agung, sementara umat Muslim akan mulai menjalankan ibadah puasa Kamis 19 Februari 2026.

Lantaran itu, pada kesempatan moment berahmat ini, Uskup Diosis Keuskupan Amboina, Mgr Seno Ngutra menghimbau kepada semua basudara, baik Muslim maupun Katolik di bumi raja-raja ini, agar di tahun yang penuh rahmat ini, Pertama kita lebih mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan puasa.

Kedua, semoga dengan doa dan puasa, kita semakin berbagi kepada saudara-saudara kita teristimewa yang miskin dan yang membutuhkan.

Dan Ketiga, mari kita saling menjaga keamanan, ketenangan sehingga ibadah puasa yang dilakukan tahun ini dapat terlaksana dengan khusyuk, dengan aman dan damai.

“Karena itu dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan selamat berpuasa kepada seluruh basudara Muslim yang diwakili oleh Bapak Ketua MUI,”ungkap Uskup Seno, Rabu (18/2/2026) di Rumah Keuskupan Amboina.

Tercipta Kehidupan Indah dan Damai

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Prof.Dr.H.Abdullah Latuapo, M.Ag/M.Pd.I, mengharapkan semoga puasa yang kita jalankan baik bagi umat Islam maupun saudara kita umat Katolik bisa menjadikan kita manusia-manusia yang memiliki sikap pribadi akhlak yang baik yang dapat kita implementasikan dalam hidup orang bersaudara, hidup damai rukun, saling menghargai, saling menghormati, sehingga tercipta suatu kehidupan yang indah dan damai.

“Semoga Bulan Suci Ramadhan akan membawa berkah bagi umat Islam dan juga puasa 40 hari bagi saudara-saudara umat Katolik membawa berkah kepada kita semua dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa,”harap Latuapo seraya menghimbau kepada kepada seluruh masyarakat Maluku, baik muslim maupun non muslim, mari sama-sama kita menghargai, menghormati, kita menjaga situasi keamanan dan kedamaian, kita hidup rukun dan damai sehingga saudara-saudara kita bisa menjalankan ibadah puasa baik untuk muslim maupun basudara  Katolik dengan sebaik-baiknya. (L02)