AMBON, LaskarMaluku.com – Suasana Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) ke-183 yang digelar Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Amboina di Gedung Gereja Santo Jacobus Ahuru, Minggu (4/1/2026) berjalan penuh hikmat dan keceriaan anak-anak SEKAMI se-kota Ambon yang begitu antusiasis dalam kegembiraan.

Mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”, ratusan anak dan remaja dari berbagai paroki di Kota Ambon berkumpul bukan sekadar merayakan hari ulang tahun, tetapi meneguhkan jati diri mereka sebagai misionaris kecil Gereja—kecil dalam usia, namun besar dalam panggilan dan kasih.

Perayaan diawali dengan Ekaristi Kudus, dilanjutkan pawai misi, pentas seni bernuansa iman dan budaya, serta beragam lomba edukatif. Setiap rangkaian kegiatan menjadi ungkapan sederhana namun bermakna tentang iman yang hidup dan berdampak nyata bagi sesama.

Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema HUT Sekami bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan hidup bersama.

“Di dalam Kristus, perbedaan bukan penghalang, tetapi kekuatan. Anak-anak ini adalah benih masa depan Ambon—dengan hati yang besar, penuh kasih, doa, dan kepedulian yang ditanamkan sejak dini,” ujar Wattimena.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Gereja, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Jika karakter dan iman dibangun sejak kecil, maka Ambon ke depan akan berdiri di atas fondasi persaudaraan yang kokoh,” tambahnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Jacobus Ahuru, RP Carol Jamrevav, MSC, menegaskan bahwa anak-anak Sekami merupakan bagian aktif dari Gereja semesta.

“Iman bukan pengalaman pribadi semata. Anak-anak bukan penonton dalam Gereja, melainkan bagian dari satu tubuh Kristus yang hidup dan diutus untuk bermisi,” katanya.

Menurut Pastor Carol, misi dapat diwujudkan melalui kesaksian sederhana dalam kehidupan sehari-hari: berbagi, peduli, dan berani menunjukkan kasih.

Sementara Episkopal Kevikepan Kota Ambon, RD Amandus Oratmangun, mengajak anak-anak memahami makna lambang bintang sebagai simbol terang Kristus yang menuntun langkah mereka, sebagaimana bintang menuntun para Majus dalam peristiwa penampakan Tuhan Yesus.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Diosesan KMKI Keuskupan Amboina, RD A. Lopez Sirken, menyampaikan bahwa perayaan HUT Sekami ke-183 merupakan bagian dari agenda besar pembinaan anak dan remaja di Maluku dan Maluku Utara, termasuk kegiatan lintas agama serta persiapan Ambon sebagai tuan rumah agenda misi nasional di masa mendatang.

Ketua Panitia, Teresia Subankoly, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti ratusan anak dari delapan paroki, didukung para pendamping, serta melibatkan lintas komunitas dan umat beragama. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita.

“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi penegasan bahwa anak-anak adalah subjek misi Gereja hari ini dan masa depan,” tegasnya.

Perayaan HUT Sekami ke-183 di Ambon pun menegaskan satu pesan kuat : dari kota ini, melalui iman anak-anak yang hidup dan tulus, terang Kristus terus dinyalakan untuk dunia. (L02)