AMBON, LaskarMaluku.com – Suasana haru menyelimuti wajah para mustahiq saat satu per satu paket bantuan diserahkan dalam kegiatan penyaluran Baitul Maal Madani PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah,29 Januari 2026

Pada momentum penuh makna tersebut, PNM menyalurkan sebanyak 153 paket sembako kepada anak yatim dan dhuafa di Desa Asilulu serta Rumah Pintar PNM di Desa Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini menjadi cerminan bahwa kepedulian tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui kehangatan kebersamaan dan empati yang tulus kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini aparatur desa, para kepala dusun, tokoh masyarakat setempat, serta insan PNM.

Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan bahwa kegiatan sosial ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif untuk saling menguatkan dan membangun solidaritas sosial.
Di balik pembagian sembako, terselip pesan penting mengenai makna pemberdayaan yang holistik.

PNM memandang bahwa pemberdayaan tidak semata soal dukungan modal finansial, tetapi juga mencakup penguatan nilai intelektual, sosial, dan terutama spiritual—baik bagi karyawan maupun nasabah yang dilayani.
Salah satu penerima manfaat mengaku terharu atas perhatian yang diberikan.

“Bantuan ini bukan cuma soal sembako, tapi juga membuat kami merasa diperhatikan. Rasanya hati jadi lebih tenang karena masih banyak yang peduli dengan kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pemimpin Cabang PNM Ambon, Taufik Marsuki, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PNM dalam menghadirkan kebermanfaatan yang utuh bagi masyarakat.

“Kami percaya pemberdayaan tidak berhenti pada dukungan usaha. Ada nilai spiritual yang juga perlu dijaga agar setiap langkah kerja dan pendampingan kami membawa kebaikan yang lebih luas. Melalui Baitul Maal Madani, kami ingin berbagi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” tuturnya.

Semangat berbagi dan kepedulian sosial inilah yang terus dijaga PNM, agar kehadirannya benar-benar dirasakan tidak hanya dalam penguatan usaha masyarakat kecil, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat secara luas.(L06)