AMBON LaskarMaluku.com – Pemerintan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan wakil Abdullah Vanath memberikan perhatian penuh kepada proses percepatan program andalan makan bergizi gratis segera terealisasikan di provinsi Maluku.
Dalam prakteknya program andalan Presiden Prabowo Subianto ini, telah dilaksanakan diberbagai kabupaten kota di Maluku, termasuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Meski diakui bahwa sebagian juga belum dapat terlaksana, lantaran terkendala kesiapan suatu daerah untuk pemenuhan ketersediaan bahan pangan guna asupan gizi dari para penerima manfaat dari program MBG ini.

Perwakilan BUMN Krakatau Steel Costansius Kolatfeka mengungkapkan, untuk percepatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat dapur produksi yang memastikan standar gizi dan keamanan makanan terpenuhi, bertujuan meningkatkan kualitas SDM melalui pemenuhan gizi anak sekolah, bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Untuk merealisasikan program andalan dari Asta Cita presiden Prabowo Subianto ini, khususnya percepatan SPPG Terpencil, pihak perwakilan Krakatau Steel telah melakukan pemantauan di delapan kabupaten kota untuk merealisasikan penempatan dapur SPPG terpencil tersebut.

“Kurang lebih 8 kabupaten kota saya kunjungi, dan koordinasi dengan para bupati dan satgas percepatan SPPG terkecil, dan terbentuk di semua kabupaten termasuk kota Ambon, ” kata Perwakilan Krakatau Steel di Maluku, Costansius Kolatfeka, kepada awak media di Ambon, seraya menekankan pada aspek tantangan dan kesulitan yang dihadapi ketika proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur dapur SPPG terpencil pada
daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar yang disebut dengan 3 T.

“Tantangan tersendiri yang dihadapi di daerah terpencil ini adalah, karakter pesisir dan pegunungan, lembah, dan pulau-pulau kecil dan ini situasi yang sulit, ” ujarnya.

Meski begitu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengapresiasinys dalam bentuk skema pembiayaan yang memberi intensif lebih kepada investor yang memilih membangun dapur-dapur terkecil ini.

Guna mewujudkan skema pembangunan dapur SPPG terpencil ini, khusus untuk Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada Kecamatan Wakatei dan Kecamatan Teor dan Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten SBT, terdapat beberapa titik yang mulai pembangunan dasar SPPG.

” Kecamatan Wakatei Kesui dan Kecamatan Teor khususnya terdapat empat dapur dan hari ini sudah jalan, fondasinya semua sudah siap pengiriman modularnya sementara jalan, karena kita kerja sama dengan Krakatau Steel, rumahnya semua sudah siap, kita hanya kerja pondasinya saja dan ini bukan hanya di Teor dan Kesui terdapat 10 titik hal yang sama, “ungkap Perwakilan Krakatau Steel di Maluku, Costansius Kolatfeka, dalam sebuah wawancara dengan awak media di Ambon, Jumat, (27/2).

Krakatau steel adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN sebuah perusahaan produk baja di Indonesia,

Khusus untuk di Pulau Gorom, terdapat lima (5) titik. Lima titik ini terdapat di Amarskaru, kecamatan, pulau Gorom kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
” Fondasinya semua telah dibangun, termasuk messnya juga sudah dibangun,. provinsi Maluku dengan karakteristik Kepulauan, apa bila dalam pelaksanaan kegiatan fisik terdapat angin, hujan dan gelombang laut yang tak bersahabat maka pasti mengganggu kelancaran pembangunan dapur MBG di daerah terpencil, termasuk bahan material pada titik tertentu yang agak sulit dipenuhi, “Ujarnya.

Diharapkan pihak investor dan atau kontraktor yang mendapat kepercayaan untuk menangani dapur di wilayah terpencil harus memiliki komitmen dan keinginan yang kuat apabila diperhadapkan dengan tingkat kesulitan sedemikian, apapun resikonya harus membangun karena nama mereka sudah terdaftar’ di Badan Gizi Nasional (BGN).

Sepanjang koordinasi dengan pak gubernur maupun dengan para satgas memang untuk proses percepatan di lapangan. Pada prinsipnya BGN akan merealisasikan terkait dengan skema pembiayaan dapur dalam hal ini skema SPPG terkecil,

“Jadi siapa yang tertarik untuk membangun, itu leluasa, investor lokal, Kadin, juga Krakatau Steel juga punya titik pembangunan di Maluku, intinya BGN memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak negeri untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan program andalan presiden Prabowo yakni sukseskan Makan Bergizi Gratis (MBG), urai Kolatfeka.

Ia mengakui kalau dirinya mendaftar untuk menangani 42 titik SBT 19 titik, Bursel 25 titik daerah ini yang tengah menjadi pusat perhatian dirinya untuk proses pembangun dapur SPPG terpencil, termasuk beberapa daerah yang menjadi fokus dirinya untuk melakukan proses serupa di Maluku Barat Daya MBD, 3 titik terdapat di Kisar, Romang, Lakor dan Marsela, KKT Kabupaten Aru dan Kabupaten Maluku Tenggara. Semua tempat itu dirinya telah sampai disana dan tengah mencari investor dari pihak yg berminat untuk menanganinya.

Lantaran itu, dirinya menghimbau agar partisipasi masyarakat untuk membentuk kelompok-kelompok tani dan atau perorangan sedapat bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menghasilkan pangan lokal dalam mendorong program MBG. Penyediaan pangan lokal ini dimaksudkan untuk ketersediaan semua kebutuhan yang diperlukan di dapur SPPG MBG.

“Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan penguatan pangan lokal sebagai strategi utama agar program ini tidak hanya menyehatkan anak sekolah, balita, dan ibu hamil, tetapi juga memberdayakan ekonomi komunitas lokal,”ungkap Kolatfeka.

Sekata dengan Kolatfeka, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanian se Provinsi Maluku, di Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (27/2/2026) mengatakan, Pembangunan pertanian di Maluku mesti ditempatkan sebagai program strategis daerah yang dikerjakan secara terpadu dari hulu sampai ke hilir.

Menurut Gubernur, beberapa program prioritas nasional pembangunan pertanian yang harus menjadi perhatian bersama antara lain adalah dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan pasokan bahan pangan pertanian khususnya di masing-masing daerah kabupaten/kota.

Karena itu, Gubernur meminta Dinas Pertanian kabupaten/kota dan Bappeda, untuk membuat perencanaan pembangunan pengembangan pangan lokal yang bisa dilakukan secara massif, sehingga bisa mensupport MBG dan juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk dipahami bahwa istilah modular.merujuk pada konstruksi bangunan yang komponen utamanya diproduksi di pabrik (off-site) dalam bagian-bagian kecil (modul), lalu dirakit di lokasi tujuan. (L05)