AMBON,LaskarMaluku.com – Dinas Pendidikan Kota Ambon terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan di Kecamatan Leitimur Selatan, Rabu (4/3).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F.F. Taso, bersama jajaran pejabat struktural dan staf teknis.
Monitoring dilakukan di sejumlah titik pelaksanaan kegiatan belajar, termasuk di Negeri Kilang dan Negeri Hukurila.
Kedua negeri tersebut menjadi lokasi prioritas dalam program penanganan ATS karena masih terdapat anak-anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan formal dan kini mengikuti kegiatan pembelajaran pendampingan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung proses belajar mengajar serta berdialog dengan para tutor, orang tua, dan anak-anak peserta program guna mengetahui perkembangan serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Suasana pembelajaran di kedua lokasi terlihat aktif dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi anak-anak.
Anak-anak yang tergabung dalam program ATS tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Metode pembelajaran dirancang lebih komunikatif dan bertahap membangun kembali rasa percaya diri mereka, sehingga dapat beradaptasi kembali dengan sistem pendidikan formal maupun nonformal.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026), Taso menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program penanganan ATS.
“Kami turun langsung ke Negeri Kilang dan Negeri Hukurila untuk memastikan anak-anak yang masuk kategori Anak Tidak Sekolah benar-benar mendapatkan layanan pendidikan. Pemerintah tidak boleh membiarkan satu pun anak kehilangan hak belajarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor menjadi penyebab anak tidak sekolah, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, kurangnya dukungan lingkungan,
hingga menurunnya motivasi belajar. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pembelajaran, tetapi juga melalui komunikasi intensif dengan orang tua serta pemerintah negeri setempat.
Lebih lanjut, pendataan ulang terus dilakukan agar jumlah ATS di Kecamatan Leitimur Selatan dapat ditekan secara signifikan.
Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi selanjutnya, termasuk kemungkinan mengembalikan anak-anak tersebut ke sekolah formal atau mengarahkan mereka ke program pendidikan kesetaraan.
“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya terdata, tetapi benar-benar kembali dalam sistem pendidikan. Pendidikan adalah fondasi masa depan, baik bagi anak itu sendiri maupun bagi Kota Ambon,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, jajaran dinas juga memberikan arahan kepada para tutor agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperhatikan kebutuhan psikososial anak.
Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar anak-anak tidak kembali putus sekolah.
Melalui monitoring rutin di Negeri Kilang, Negeri Hukurila, dan wilayah lainnya di Kecamatan Leitimur Selatan, Dinas Pendidikan Kota Ambon optimistis angka Anak Tidak Sekolah dapat terus ditekan.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang layak dan setara. (L06)
