JAYAPURA, LaskarMaluku.com – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan ketangguhan masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) meresmikan Program Skouw Mabo Siaga Bencana di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami pada Selasa (13/1). Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP MPA yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi risiko bencana, khususnya di wilayah perbatasan.
Program Skouw Mabo Siaga Bencana dirancang sebagai upaya terpadu untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan tanggap darurat, simulasi evakuasi, penyediaan sarana pendukung kebencanaan, serta pembentukan relawan siaga bencana berbasis komunitas. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Yayong Baddu, S.T., M.T., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PLN dalam memperkuat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. Program Skouw Mabo Siaga Bencana menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat masyarakat. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, kami optimistis warga memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian PLN terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai energi kehidupan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Program Skouw Mabo Siaga Bencana merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun komunitas yang tangguh, mandiri, dan berdaya. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nur Hardiyanto menambahkan bahwa PLN akan terus mendorong program TJSL yang adaptif terhadap kebutuhan lokal, khususnya di wilayah Maluku dan Papua yang memiliki tantangan geografis dan risiko bencana yang beragam.
Melalui peresmian ini, PLN UIP MPA berharap Kampung Skouw Mabo dapat menjadi model desa siaga bencana di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan sosial yang berkelanjutan. (L02)
