AMBON,LaskarMaluku.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pelabuhan Tanjung Priok dan PT Maluku Energi Abadi yang digelar di Pelindo, Selasa (3/3).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyambut baik pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai langkah konkret dalam membangun sinergitas antara PT Pelabuhan Tanjung Priok dan PT Maluku Energi Abadi,” ujar Lewerissa dalam sambutannya.

Menurutnya, penandatanganan MoU tersebut tidak sekadar menjadi dokumen formalitas, tetapi merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Blok Masela.

Gubernur menegaskan terdapat sejumlah poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, percepatan menuju perjanjian kerja sama komersial yang definitif.

Ia meminta agar segera dilakukan kajian teknis, komersial, dan operasional dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga MoU dapat ditingkatkan menjadi perjanjian kerja sama (PKS) komersial.

Kedua, kerja sama ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi penyerapan investasi pendukung Proyek Masela, khususnya dalam penyediaan fasilitas shorebase, layanan logistik, hingga penyediaan energi di wilayah Maluku.

Ketiga, sinergi tersebut harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. “Tujuan akhirnya adalah penciptaan nilai tambah bagi Maluku, baik melalui optimalisasi pendapatan daerah maupun penyerapan tenaga kerja lokal secara masif,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Pelindo Group di Maluku melalui PT Pelabuhan Tanjung Priok. Kolaborasi antara keahlian kepelabuhanan nasional dengan PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) selaku BUMD pengelola participating interest 10 persen dinilai menjadi fondasi penting agar Maluku tidak hanya menjadi lokasi proyek, tetapi turut berkontribusi langsung dalam setiap tahapan pengembangan Blok Abadi Masela.

Momentum penandatanganan MoU tersebut semakin istimewa karena dirangkaikan dengan buka puasa bersama di bulan Ramadan. Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.

“Kita diajarkan untuk saling peduli, saling membantu, dan saling menyayangi satu dengan yang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Maluku juga memberikan apresiasi atas komitmen sosial perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Sejumlah program yang telah dijalankan antara lain Program Stunting Care, budidaya lobster, bantuan sembako bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), santunan anak yatim, serta pembagian paket takjil bagi penumpang dan masyarakat.

Gubernur berharap momentum ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat sistem logistik daerah dan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Maluku sebagai provinsi kepulauan yang maju, mandiri, dan sejahtera.(L06)