AMBON, LaskarMaluku.com – Kegiatan kerja bakti lintas umat beragama yang digagas Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL) Ambon berlangsung dengan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan, Rabu (18/3/2026), di halaman Gedung Katolik Center Yohanes Paulus II.
Ketua Dewan Pastoral Paroki MBL Ambon, Jacobus Fofid, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis membangun kesadaran kolektif umat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan, sekaligus mempererat solidaritas sosial antarumat.
“Kerja bakti ini bertujuan meningkatkan kepedulian umat terhadap kebersihan lingkungan, mendukung program Pemerintah Kota Ambon ‘Ambon Bersih’, serta merealisasikan program kerja paroki tahun 2026 yang telah disepakati bersama,” ujar Fofid dalam sambutannya.
Kegiatan ini diikuti oleh 24 rukun umat yang terbagi dalam delapan kelompok kerja. Seluruh peserta terlibat aktif dalam aksi gotong royong yang mencakup wilayah pelayanan paroki, mulai dari kawasan Pantai Wainitu hingga Air Salobar, termasuk lingkungan gereja dan masjid.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur lintas agama, antara lain perwakilan jemaat GPM Emanuel OSM, Jemaat Bethesda Air Salobar, Imam Masjid Jabal Zhul Air Salobar, Suster Tarekat Maria Mediatrix (TMM) Ambon, serta para ketua rukun di lingkup Paroki MBL Ambon.
Rektor Xaverianum Ambon, RD Eman Do, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar aksi bersih lingkungan, melainkan bentuk nyata panggilan moral untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Ia mengacu pada ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus pada 2015, yang menyerukan pertobatan ekologis sebagai tanggung jawab iman.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi merupakan wujud pertobatan ekologis. Kita diajak untuk berhenti merusak lingkungan, termasuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Eman Do juga menyoroti persoalan sampah di Kota Ambon yang kerap memicu banjir saat curah hujan meningkat. Ia mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan gereja.
“Setiap umat diharapkan mulai membawa botol minum sendiri sebagai langkah konkret mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari penderitaan manusia, sehingga menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Selain itu, kegiatan ini dinilai sebagai ruang dialog nyata lintas agama. “Dialog bukan sekadar perdebatan, tetapi kerja bersama seperti hari ini untuk merawat perbedaan dan membangun kebersamaan,” kata Eman Do.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Benel Gaspersz, mengapresiasi inisiatif Paroki MBL yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kota yang bersih dan sehat.
Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan keimanan.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama di Kota Ambon,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kebersihan kota tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, terus melakukan berbagai upaya, antara lain penyediaan armada pengangkut sampah, penempatan fasilitas tempat sampah di berbagai titik, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait waktu dan lokasi pembuangan sampah.
“Sinergi antara masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah seperti ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Ambon yang bersih, sehat, aman, dan nyaman,” katanya.
DLHP juga mendukung penuh kegiatan tersebut dengan memfasilitasi armada pengangkut dan sarana penunjang pengelolaan sampah.
Kegiatan kerja bakti ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat Ambon, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Paskah.
Melalui aksi nyata di lapangan, umat lintas agama menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus merawat harmoni sosial di Kota Ambon. (L05)




