AMBON, LaskarMaluku.com – Panitia Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku merencanakan menghadirkan presiden dan 10 Menteri “Kabinet Merah Putih” dalam agenda Muktamar ICMI ke-8 di Kota Ambon, ibukota provinsi Maluku.
Forum permusyawaratan tertinggi bertujuan mengambil keputusan penting, merumuskan program kerja, dan memilih pengurus baru, yang umumnya dilakukan setiap lima tahun sekali.
Ketua Organisasi Wilayah (Orwil) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Maluku, Dr. Ruslan Tawari, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah fokus melakukan konsolidasi organisasi guna menyukseskan Kota Ambon sebagai tuan rumah Muktamar ke-8 ICMI tahun 2026.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Halal Bihalal 1 Syawal 1447 Hijriah MPW ICMI Maluku dengan tema “Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Iman, Ilmu, Integritas dan peran Kecendikiawan untuk Wujudkan Kemandirian Daerah. Kegiatan itu di laksanakan di salah satu hotel di Kota Ambon, Senin (6/4/2026).
“Kami saat ini sedang mengkonsolidasikan pikiran dan tenaga untuk menyukseskan Ambon sebagai tuan rumah Muktamar ICMI yang direncanakan berlangsung pada Bulan Desember 2026,” ujar Ruslan.
Halal Bil Halal yang diselenggarakan dimaksud bertujuan untuk memperkuat ukhuwah, ruang konsolidasi pemikiran serta menyatukan pemikiran positif dari ICMI Maluku untuk ikut membangun provinsi Maluku ini kedepan yang lebih bermartabat.
Rencana pelaksanaan muktamar tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan mendapat dukungan penuh, termasuk konfirmasi kehadiran sejumlah pejabat nasional.
Dalam muktamar nanti, ICMI menargetkan kehadiran sekitar 10 menteri, serta Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan membuka secara resmi kegiatan tersebut.
“Kami ingin menghadirkan narasumber berkualitas, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan masyarakat, khususnya di Maluku,” jelasnya.
Ruslan juga menyoroti tantangan di tengah kebijakan efisiensi saat ini, yang menuntut kreativitas dalam penyelenggaraan kegiatan agar tetap efektif dan berdampak.
Sebagai rangkaian menuju puncak muktamar yang akan digelar pada 4–7 Desember 2026 di Ambon, ICMI Maluku telah menyiapkan sejumlah kegiatan pra-muktamar di beberapa daerah.
Kegiatan tersebut antara lain:
Bulan Agustus di Seram Bagian Barat dengan tema ketahanan pangan;
Bulan September di Maluku Tenggara dengan tema konektivitas;
Bulan November di Maluku Tengah yang akan dirangkaikan dengan agenda pemerintah daerah setempat.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui kolaborasi antara ICMI dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga tidak menjadi beban semata bagi pemerintah provinsi.
“Kami berharap semua pihak dapat bekerja bersama, mengerahkan energi dan potensi untuk melahirkan gagasan serta program yang produktif bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ruslan menegaskan bahwa Muktamar ICMI 2026 harus menjadi momentum untuk menunjukkan kontribusi pemikiran dari kawasan timur Indonesia dalam arah kebijakan nasional.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ajang memperlihatkan kekuatan nilai-nilai lokal Maluku, khususnya semangat pela gandong, dalam merawat harmoni dan persaudaraan.
“Muktamar ini harus menjadi panggung bagi potensi ekonomi dan keunggulan wilayah kepulauan yang selama ini kita perjuangkan,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ruslan mengajak seluruh keluarga besar ICMI untuk bersatu dan memperkuat langkah menuju suksesnya penyelenggaraan Muktamar 2026 di Ambon.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar ICMI untuk merapatkan barisan menuju Desember 2026,” pungkasnya.
Meski demikian, forum pengambilan keputusan strategis tertinggi di tingkat organisasi Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat Maluku terhadap kunjungan presiden dan 10 Menteri Kabinet Merah Putih, untuk melihat dari dekat perekonomian daerah yang tidak stabil akibat kebijakan efesiensi anggaran yang telah ditempuh pemerintahan Prabowo-Gibran yang berdampak langsung terhadap keuangan provinsi Maluku.
Kegiatan itu ikut menghadiri wakil gubernur Maluku, Abdulah Vanath dan forkopimda Maluku bersama pengurus ICMI Maluku. (L05)


